Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Produktivitas Kakao Meningkat, Petani di Ende Sebut LSM Tana Nua Sebagai Pelopor
Ekbis

Produktivitas Kakao Meningkat, Petani di Ende Sebut LSM Tana Nua Sebagai Pelopor

By Redaksi21 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Arnoldus Rada Mage koordinator program kakao Tana Nua sedang memotong tali pada sambung pucuk di kebun dampingan LSM Tana Nua (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Masyarakat Desa Kedebodu, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende mengaku produktivitas komoditi kakao meningkat. Hal ini disebabkan pengaruh dari sistem pengolahan perkebunan kakao dilakukan secara modern.

Yohanes Nara ketua kelompok Wonga Mengi, Desa Kedebodu kepada VoxNtt.com menjelaskan lahan garapan petani kakao sudah mulai berubah dengan menggunakan teknologi.

Sistem pemangkasan, pemupukan, panen teratur dan sanitasi atau P3S membuat produksi petani kakao Dusun Ndetu Wari Desa Kedebodu meningkat.

“Kami jadi gairah ke kebun melihat keadaan kakao kami. Ini semua karena dampingan dari Tana Nua,” katanya saat ditemui di kebun miliknya, Sabtu (20/5/2017) siang.

Hal serupa diungkapkan Darius Seko warga Mokekeso, Kelurahan Rewarangga Ende Timur. Ia mengaku menanam kakao sejak tahun 1988 setelah lulus SPG.

Sejak itu, ia belum mendapatkan ilmu untuk meningkatkan buah. Kebun kakao miliknya yang seluas 2 hektar lebih itu diolah secara alami.

“Padahal pengolahan sangat sederhana. Tidak perlu pupuk pestisida, tidak perlu dengan cara yang rumit tetapi hanya dengan pola P3S,” kata Darius saat bertemu di kebun miliknya.

Selain pola penanganan tersebut, sistem sambung pucuk dan sambung samping juga diterapkan pada petani Desa Kedebodu dan Kelurahan Rewarangga.

Darius mengaku bersyukur atas dampingan dan pelatihan yang diterapkan pihak LSM Tana Nua.

“Mereka (Tana Nua, red) menjadi pelopor petani kakao disini. Kami merasa bersyukur karena kami bisa panen bisa sampai ratusan kilo. Selama ini paling tinggi 25 kilo,” pungkas Darius.

Sementara itu, Arnoldus Rada Mage koordinator program kakao Tana Nua menjelaskan sebelumnya para petani kakao diberikan trainning pengolahan kebun kakao.

Pelatihan dilakukan mulai dari sistem penanaman, penanganan hingga sistem pemupukan.

“Banyak kebun yang belum ada sentuhan teknologi. Sehingga banyak hama helopeltis menyerang buah. Jadi, kami mengubah mindset masyarakat dalam penanganan obat P3S,” kata Arnold saat meninjau kebun dampingan Tana Nua.

Arnold menjelaskan dalam proses pendampingan pihaknya juga menerapkan sistem pemupukan kompos. Sistem ini untuk mengurangi pembiayaan selama proses pengolahan.

“Selain itu, kita juga terapkan sistem sambung. Ada sistem sambung pucuk dan sambung samping. Ya, hasilnya semua meningkat dan berkualitas,” pungkas dia. (Ian Bala)

Ende
Previous ArticleLPBW Buat Aturan Baru Masuk di Wae Rebo, Pemandu Wisata Kecewa
Next Article Dokter Vina Bongkar Dugaan Pungli, DPR Diminta Jangan Tutup Mata

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.