Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal Pungli dan Laporan Dokter Vina, Ini Kata Kapolres Mabar
HEADLINE

Soal Pungli dan Laporan Dokter Vina, Ini Kata Kapolres Mabar

By Redaksi22 Mei 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dokter Pina Yanti Pakpahan (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Saat ini, Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Barat (Mabar) sedang menangani laporan Pina Yanti Pakpahan, dokter yang bertugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Labuan Bajo.

Sebelumnya, Dokter Vina telah melaporkan atasannya Marsel Elias ke pihak Polres Mabar. Marsel diduga telah melakukan pengancaman terhadap dokter berdarah Batak itu.

Kapolres Mabar, AKBP Supiyanto mengatakan, laporan Dokter Vina tersebut dengan materi yaitu pengancaman.

“Rencananya hari ini (Senin, 22/5) pihak terlapor diperiksa,” kata Supiyanto saat dihubungi VoxNtt.com, Senin (22/5/2017).

Sementara terkait pungutan liar (Pungli) di Kantor Kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Labuan Bajo yang saat ini hendak dibongkar Dokter Vina, Supiyanto menyatakan pihaknya bersama Unit Pembrantasan Pungli (UPP) Mabar siap mengawal.

“Polres (Mabar) dan instansi terkait lainnya (yang) tergabung dalam UPP kabupaten (Mabar) dan bertugas untuk memerangi Pungli,” katanya.

Dia menegaskan, tugas pemberantasan Pungli tidak hanya polisi tetapi tim yang tegabung dalam UPP.

“Kita adalah tim yang bekerja sama dan sama-sama bekerja,” tegas Supiyanto.

Diberitakan sebelumnya, niat menggagalkan Pungli di kantor tempat kerjanya, Dokter Vina mengaku mendapat kekerasan verbal dan nyaris kena jotos dari pimpinannya.

Baca: Niat Gagalkan Pungli, Dokter Pelabuhan Labuan Bajo Nyaris Kena Jotos Atasannya

Kejadian bermula saat Dokter Vina pertama kali melayani para pemilik kapal yang hendak melakukan penerbitan dokumen kesehatan kapal.

Pada saat menerbitkan dokumen kapal tersebut, Dokter Vina merasa ada kejanggalan. Itu karena pemilik kapal menyetor biaya penerbitan dengan uang sebesar Rp 30 ribu.

“Saya kaget saat saya melayani pemilik kapal ukuran 5 GT yang hendak menerbitkan dokumen kesehatan kapal menyerahkan uang Rp 30 ribu,” kata Dokter Vina di Labuan Bajo, Jumat (19/5/2017)

Menurut dia, untuk kapal ukuran di bawah 6 GT sesuai aturan PP 21 tahun 2013 tidak dikenakan biaya. Karena itu dia kembalikan uang pemilik kapal tersebut.

Selanjutnya, usai mengembalikan uang pemilik kapal Dokter Vina pun menanyakan pungutan ini kepada rekan kerjanya. Namun jawaban dari rekannya tersebut malah dengan nada marah-marah.

“Karena hal ini janggal akhirnya saya tanyakan ke teman kerja saya,” tukasnya.

Karena mempertanyakan hal tersebut rekan kerjanya yang diketahui bernama Efraim malah balik bertanya, “apa kompetensimu mempertanyakan pungutan ini?”.

Atas kejadian tersebut, Dokter Vina dan Efraim pun sempat terlibat adu mulut di ruang kerja mereka. Saat adu mulut berlangsung, koordinator pelayanan kesehatan Marsel Elias membentak keduanya dan mengusir mereka pulang.

Baca: Ini Penjelasan Koordinator Terkait Insiden di Kantor Kesehatan Pelabuhan Labuan Bajo

Tidak hanya mengusir keduanya dari kantor, Marsel pun sempat mengepalkan tangan ke arah Dokter Vina sebelum dilerai oleh staf kantor lain.

“Saat saya dan Efraim ribut, pak Marsel datang dan mengusir kami dari ruangan, tidak hanya mengusir dia juga hendak menonjok saya dengan tangannya, untung ada teman lain yang menahan,” tuturnya.

Insiden pengancaman ini selanjutnya dilaporkan Dokter Vina ke Polres Mabar dan saat ini sedang dalam tahap pengambilan keterangan oleh polisi. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleTana Nua: “Daerah Kita Punya Potensi, Jangan Merantau”
Next Article Bongkar Pungli di Kantornya, Ini Harapan Dokter Vina

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.