Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Demi Kenyamanan Sholat Idulfitri, Jemaat Kalvari Maumere Mundurkan Ibadat Hari Minggu
HEADLINE

Demi Kenyamanan Sholat Idulfitri, Jemaat Kalvari Maumere Mundurkan Ibadat Hari Minggu

By Redaksi25 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Demi umat Islam yang melakukan Sholat Idulfitri, jemaat Gereja Kalvari Maumere memundurkan jadwal ibadat mingguan.

Pasalnya, perayaan Idul Fitri 1438 H yang jatuh pada Minggu (25/6/2017) menggunakan Lapangan Kota Baru sebagai lokasi dilaksanakannya Sholat jemaah setiap hari raya idulfitri. 

Lokasi lapangan ini berhadapan langsung dengan Gereja GMIT Kalvari Maumere.

Sebagai bentuk toleransi Jemaat Kalvari melalui Majelis Gereja memutuskan agar jadwal ibadat hari minggu yang biasanya dimulai pukul 07:00 pagi dimundurkan ke pukul 08:00 Wita.

 “Bagi kita rasa toleransi itu penting sekali,” terang Pendeta Martin Tubatonu kepada VoxNtt.Com saat ditemui usai ibadat pada Minggu (25/6/2017).

Selain itu, menurutnya bagi Jemaat Kalvari Maumere waktu ibadat bukanlah masalah utama. Mereka bisa beribadat kapan saja. 

Sebelumnya pihaknya juga telah terlebih dahulu berdialog dengan para pemuka Agama Islam di Maumere serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Sikka.

“Ini bukan keputusan saya sendiri melainkan keputusan bersama Majelis Jemaat Gereja Kalvari,” tegasnya.

Sejalan dengan Pendeta Marten, salah satu tokoh muda Gereja Kalvari, Simson Ratu berharap toleransi antar umat beragama di Sikka tetap terjaga di waktu yang akan datang.

 “Kita ini terkenal dengan toleransinya. Ke depannya kita harus lebih baik lagi,” ujar Penatua pada Majelis Jemaat Gereja Kalvari Maumere tersebut.

Sholad perayaan Idul Fitri di Maumere dipimpim oleh Imam H. Zainul Haq dan Drs. H. Amir Djonu MM selaku Khotib.

 Umat yang hadir mencapai 3000 orang. Selain itu, turut hadir pula Bupati Sikka, Wakil bupati Sikka, Ketua DPRD Sikka, Kapolres Sikka, Dandim 1603 Sikka dan Danlanal Sikka. (Are de Peskim/VoN).

Previous ArticleLepas 50-an Lampion, Remaja Mesjid Bebeng Ingin Perkuat Toleransi 
Next Article Bupati Deno Tak Tahu Riwayat Sertifikat Hak Pakai Tanah Puni

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.