Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Alasan Pemkab Sikka di Balik Usulan Perubahan Anggaran
Regional NTT

Ini Alasan Pemkab Sikka di Balik Usulan Perubahan Anggaran

By Redaksi31 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Sat Pol PP turut mengawal pungutan Retribusi Parkir di Pasar Alok, Kabupaten Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mengusulkan perubahan APBD Sikka 2017.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera dalam Pidato Pengantar Bupati Sikka terkait Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Angggaran Sementara (KUA PPAS) 2017 pada Selasa (29/8/2017) menyatakan terdapat beberapa masalah yang perlu dipecahkanbersama yakni rendahnya kualitas tenaga kerja, masih ada penduduk miskin yang belum mendapatkan jaminan kesehatan, kekerasan terhadap perempuan dan anak serta belum optimalnya pelaksanaan program dan kegiatan.

“Perubahan KUA PPAS  ini merupakan respon terhadap tantangan dan permasalahan daerah,” ujar Yoseph Ansar Rera.

Selain isu-isu yang telah disebutkan di atas Yoseph Ansar Rera juga menyebutkan adanya perubahan-perubahan asumsi pada Kebijakan Umum APBD 2017.

Perubahan dimaksud adalah perubahan pendapatan daerah, perubahan belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Perubahan pendapatan daerah merujuk pada menurunnya PAD dan lain-lain pendapatan daerah yang sah meskipun di sisi lain terjadi peningkatan Dana Perimbangan.

Perubahan belanja daerah merujuk pada penurunan belanja tidak langsung dan meningkatnya belanja langsung.

Lebih jauh Ansar Rera menyatakan pihaknya telah melakukan beberapa upaya  diantaranya melakukan rasionalisasi anggaran pada belanja tidak langsung sesuai hasil evaluasi dan meniadakan program atau kegiatan yang sifatnya baru serta mempertimbangkan pembatalan kegiatan fisik atau modal yang belum terlaksana.

Meskipun demikian, dalam Pidato Pengantar tersebut Bupati Sikka tidak menjelaskan secara detail hasil evaluasi atau menyebutkan apa saja program yang baru dan kegiatan-kegiatan yang belum terlaksana.

Tidak hanya itu, tidak ada juga penjelasan terkait alasan-alasan yang melatarbelakangi penurunan pendapatan, perubahan belanja dan perubahan pembiayaan. (Are De Peskim/AA/VoN)

Sikka
Previous ArticleMNPK dan Kemendikbud Gelar Workshop Kurikulum 2013 untuk Guru PAUD di Keuskupan Ruteng
Next Article Delapan Bulan Lumpuh, Jalan Menuju Desa Poco Ri’i Dibersihkan

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.