Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»120 Peserta Hadiri Konferensi Perempuan Timor II
KOMUNITAS

120 Peserta Hadiri Konferensi Perempuan Timor II

By Redaksi21 November 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota FPL, Komnas Perempuan, BAKTI foto bersama Kadis P3A NTT, Erni Usboko dan Kedutaan Besar Australia, Darrel Hawkins. (Foto: Paul Resi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Sebanyak 120 peserta menghadiri acara Konferensi Perempuan Timor II yang berlangsung selama 2 hari di Aula Mutis Kantor Bupati TTS terhitung sejak hari ini.

Mereka terdiri dari anggota DPRD Perempuan dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota, perwakilan anggota Forum Pengada Layanan (FPL), Community Social Organisation (CSO), organisasi perempuan di wilayah NTT komunitas pendamping, akademisi, tokoh masyarakat/tokoh adat/tokoh agama

Konferensi yang dimulai sejak tanggal 21-22 November 2017 tersebut dibuka oleh Kepala Dinas P3A Provinsi NTT Dra. Bernadetha Usboko mewakili Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bernadetha Usboko, Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan, kemiskinan dan kekeresan terhadap perempuan merupakan mata rantai yang saling menguatkan, dimana kemiskinan mengantarkan perempuan pada situasi yang rentan terhadap kekerasan.

Kompleksitas persoalan kemiskinan akan semakin terlihat di daerah-daerah perbatasan, jarak yang jauh dari pusat pemerintahan, minimnya akses terhadap informasi serta layanan dasar dan maraknya kejahatan perdagangan manusia, merupakan bagian dari belantara persoalan kemiskinan di wilayah perbatasan serta masalah-masalah lainnya, yang menghimpit kehidupan perempuan dewasa ini di NTT.

“Saya berharap agar lebih banyak lagi forum-forum yang berdialog tentang persoalan kemiskinan dan kerentanan perempuan terhadap kekerasan, mengingat data kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan tiap tahunnya terus bertambah,” kata Lebu Raya.

Baca: Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Tahun 2016-2017 Meningkat

Lebih lanjut kata Gubernur Frans, berharap agar konferensi Perempuan Timor II tersebut akan menitikberatkan pada 4 isu, yaitu Perempuan bertahan dalam kemiskinan di Perbatasan dan Wilayah Post Konflik, Peluang akses perempuan korban terhadap layanan komperhensif dan berkelanjutan, Kepemimpinan Perempuan Komunitas, Kerelawanan dan inisiatif kerja sebagai perempuan Pembela HAM serta Migrasi dan tantangan dalam mengatasi perdagangan perempuan.

“Saya sangat merasa gembira dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, karena dengan kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan ide, gagasan dan pengalaman terbaik serta praktek-praktek yang kreatif dan inovatif dalam upaya mengakhiri kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan di Timor, serta menerapkan strategi selanjutnya ke depan,” harap Lebu Raya.

Sementara Kedutaan Besar Australia, Darrel Hawkins dalam sambutannya, mengapresiasi komitmen dari Forum Pengada Layanan, Komnas Perempuan, BaKTI dan mitra-mitra kerjanya pada kesetaraan gender dan upaya yang dilakukan, untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan di semua lini.

“Diharapkan dalam konferensi ini dapat menjadi medium yang baik, untuk bekerja sama agar upaya-upaya untuk mempercepat penghapusan kekerasan terhadap perempuan dapat terwujud. Konferensi ini juga dapat melahirkan komitmen bersama dan saling mendukung implementasi kebijakan, dalam memberi perlindungan yang komprehensif, khususnya bagi perempuan korban kekerasan,” kata Hawkins.

Pemerintah Australia kata Darrel, memiliki kepedulian dan komitmen untuk mendukung mitra kerja, terutama Forum Pengada Layanan, Komnas Perempuan dan BAKTI dalam upaya menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, dan menegakan hak-hak asasi perempuan dan anak.

Konferensi Perempuan Timor II ini terselenggara berkat kerja sama antara Forum Pengada Layanan dengan Komnas Perempuan dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BAKTI), dengan tujuan untuk mendorong kerja sama berbagai komponen agar bergerak bersama, dalam upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan sebagai forum refleksi atas pelaksanaan rekomandasi Konferensi Perempuan Timor I, yang dilaksanakan di Atambua setahun silam.

Penulis: Paul Resi

Editor: Boni Jehadin

 

TTS
Previous ArticleUpah Tak Dibayar Kontraktor, Puluhan Warga Balus Geruduk Kantor DPRD Matim
Next Article Resmi dapat Dukungan dari DPP Golkar, Frans Sarong: Perjuangan Belum Titik

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.