Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Wow!! Ibu-ibu di Ende Bikin Souvenir Cantik dari Tempurung
Seni dan Budaya

Wow!! Ibu-ibu di Ende Bikin Souvenir Cantik dari Tempurung

By Redaksi30 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ibu-ibu di Kelurahan Potulando berpose bersama seraya menunjukkan souvenir hasil kerajinan tangan mereka (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Meski dianggap pekerjaan sambilan, sejumlah ibu-ibu di Kelurahan Potulando, Kabupaten Ende berhasil membuat produk dari bahan tempurung.

Produk yang dihasilkan ibu-ibu berupa souvenir seperti kalung, gantungan kunci, jepit, gelang serta beberapa bentuk lainnya.

“Ya, banyak bentuk pak. Ini akan kami lakukan terus dan jual di pasar-pasar,” kata seorang ibu, Halimah di Aula Kelurahan Potulando, Kamis siang.

Ibu-ibu yang rata-rata bekerja sebagai ibu rumah tangga ini mampu menghasilkan aneka kerajinan tangan dari bahan tempurung.

Lazimnya sebagai pengrajin tempurung, ibu-ibu dari Potulando ini mengalami berbagai masalah. Misalnya pembinaan desain dan manajemen pemasaran.

“Masalah pasti ada, ya seperti itu yang kita alami. Tapi kami tetap jalankan ini,” kata seorang ibu yang lain.

Menanggapi itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Yoseva Dewi menjelaskan, pemasaran akan disesuaikan dengan konsumen.

Bagi konsumen lokal, jelas Dewi, penawaran pembeli bisa saat hajatan pernikahan, wisuda atau acara lainnya.

“Nanti itu sebagai souvenir saat pesta nikah. Kan, kita disini ada daripada beli dari luar,” ujar Dewi.

Ibu-ibu pengrajin souvenir itu tergabung dalam kelompok tenaga kerja mandiri wanita. Mereka diakomodir oleh Dinas Ketenagaan Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ende bersama pihak Kelurahan Potulando.

Lurah Potulando, Yulianus Laga Pasa berpendapat bahwa kegiatan kerajinan tangan ibu-ibu tersebut adalah upaya untuk menciptakan lapangan kerja pada usaha kecil dan menengah.

“Saya kira hal yang baik untuk membuat lapangan pekerjaan. Sisa waktu bisa kita luangkan pada bidang kerajinan tangan,” kata Lurah Yulianus.

Ia berharap usaha ini terus berkembang terutama terhadap ibu rumah tangga.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleMobil Truk Milik Seorang Kepala Desa di TTU Diseret Banjir
Next Article Paket NERA Penuhi Syarat Dukungan Calon Perseorangan

Related Posts

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.