Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kitab Kidung Agung Berisi Pornografi? Begini Penjelasan Pater Yohanes Jeramu
Regional NTT

Kitab Kidung Agung Berisi Pornografi? Begini Penjelasan Pater Yohanes Jeramu

By Redaksi2 Desember 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pater Yohanes D. Jeramu Saat Menyampaikan Materi Dihadapan Peserta Seminar, Sabtu 2 Desember 2017, di Aula Seminari Tinggi St. Mikael Penfui, (Foto : Tarsi Salmon).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang ,VoxNTT- Kitab Kidung Agung sering dicap sebagai sebuah kitab yang bernuansa erotis, vulgar dan pornografi.

Bagaimana tidak, dalam kitab ini dinarasikan secara spesifik bagian tubuh manusia, baik yang berciri maskulin maupun feminim.

Meskipun demikian, berabad-abad yang lalu dalam tradisi para Rabi Yahudi, ditegaskan bahwa Kitab Kidung Agung adalah “Kitab yang paling suci” dari antara segala kitab yang lain.

Menerangkan hal ini, Pater Yohanes D. Jeramu, CMF, S.Fil., L.Th, Dosen Teologi Moral Filsafat Unwira Kupang, menjelaskan bahwa memang selama abad pertengahan kitab ini menjadi favorit di kalangan orang kudus.

“Banyak orang kudus mengalami jalan pengudusan justru dengan menggunakan kitab ini sebagai fokus dan perhatian hidup mereka,” ungkapnya saat menyampaikan materi dalam Seminar Ilmiah bertajuk “Menelisik Relasi Dengan Lawan Jenis Dikaji Dari Persepektif Psikologi Dan Moral” yang diselenggarakan oleh Senat Fakultas Filsafat Unwira, di Aula Seminari Tinggi St. Mikael Penfui, Sabtu, (02/12/2017).

Menurut Jeramu, seluruh kitab Kidung Agung dapat dilihat sebagai lukisan cinta yang membara antara pria dan wanita, antara mempelai laki-laki dan perempuan, sekaligus juga lambang cinta yang amat kuat antara Yahwe dan Israel.

“Cinta membara ini tidak didorong oleh hasrat seksual atau erotis semata, melainkan dilandasi oleh sebuah kerinduan cinta yang luar biasa, sebuah kerinduan untuk dikasihi dan mengasihi,” katanya di hadapan 200 mahasiswa yang mengikuti seminar ini.

Kemesraan dan keintiman ini juga menunjukan ketertarikan dan passion yang terarah kepada mempelainya, seperti dalam narasi Kidung Agung.

Namun intimitas ini bukan semata-mata didorong oleh hasrat seksualnya melainkan oleh kerinduan dan luapan cinta yang lahir dari kedalaman dirinya.

“Puisi romantis dalam kitab ini menggambarkan betapa seluruh perasaan, emosi dan gairah hidupnya, hanya terarah pada kekasihnya” tutur Pater.

Dia menambahkan, Kidung Agung bukanlah sekedar puisi atau nyanyian cinta, melainkan “Un evangelio del amor”

“Kitab Kidung sesungguhnya, bukanlah sebuah kitab kontroversial atau kitab yang merendahkan kesucian seksualitas manusia, tetapi kita ini mengandung kekayaan dan kedalaman cinta manusiawi,” ujarnya.

Dalam hubungannya dengan relasi, pesan etis yang mau disampaikan dalam teks Kidung Agung adalah ungkapan pujian, kekaguman dan keterpesonaan akan tubuh ini bukanlah sebuah ‘trik modus’ atau rayuan gombal untuk menaklukan lawan jenis dan menguasai atau menikmati tubuhnya, sebagaimana yang kerap kali terjadi dalam relasi pria dan wanita di zaman ini.

Sementara itu, ketua senat Fakultas Filsafat unwira Renggi Takandiwa, saat diwawancari VoxNtt.com mengatakan, tujuan kegiatan ini diselenggarakan agar para mahasiswa lebih mengerti arti cinta yang sesungguhnya dalam relasi mahasiswa.

Dia berharap, agar mahasiswa yang terlibat dalam seminar tersebut bisa mengerti dan tidak salah mengartikan cinta di tengah trend dunia saat ini.

Penulis : Tarsi Salmon

Editor : Boni Jehadin

Kota Kupang
Previous ArticleTiga Remaja Pelaku Pencabulan ‘Dititipkan’ ke Orangtua Masing-masing
Next Article UNIPA Telah Mewisudakan 2.867 Alumni

Related Posts

Poktan Laudato Si Kenda Terima Subsidi KWI Rp32 Juta untuk Ternak dan Hortikultura

17 Maret 2026

Suka Duka Penjual Takjil di Ruteng Selama Ramadan

16 Maret 2026

Pemuda Kampung Kaper Gelar Aksi Bersih Sampah Plastik Dukung Labuan Bajo Kota Bersih

15 Maret 2026
Terkini

Video MBG Diduga Busuk di Reok Viral, DPRD Minta Evaluasi SPPG

18 Maret 2026

Cerpen: Dermaga Kesetiaan di Rahim Bintuni

17 Maret 2026

Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda

17 Maret 2026

Kuasa Hukum Minta Penyidik Periksa Dewan Pengawas Notaris dalam Kasus Albert Riwu Kore

17 Maret 2026

Poktan Laudato Si Kenda Terima Subsidi KWI Rp32 Juta untuk Ternak dan Hortikultura

17 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.