Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pemda Matim Diminta Tetapkan Standarisasi Harga Ayam Pedaging
Ekbis

Pemda Matim Diminta Tetapkan Standarisasi Harga Ayam Pedaging

By Redaksi4 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat jualan ayam dalam kondisi kosong (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Menjelang perayaan Natal hinggga Tahun Baru 1 Januari 2018, harga ayam pedaging di Pasar Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melonjak drastis.

Warga pun mengeluh dengan harga ayam yang serentak naik setiap kali ada perayaan.

Warga Borong, Veri Ramly saat ditemui VoxNtt.com di Borong, Kamis (04/01/2018), mengatakan menjelang Natal kemarin sampai tahun baru harga ayam pedaging melonjak cukup tinggi.

“Bayangkan dari biasanya harga ayam itu 50 ribu. Tiba-tiba langsung naik jadi 90 ribu. Mahal sekali. Kita juga tidak tahu apa alasan penjual ayam naik harga begitu saja,” ungkapnya.

Karena itu, dia meminta kepada Pemkab Matim untuk menetapkan standarisasi harga ayam pedaging.

Sehingga penjual ayam pedaging tidak sesuka hati menentukan harganya.

“Harus ada standarisasi harga untuk ayam pedaging. Kalau tidak penjualnya bebas mematok harga kepada penjual,” ungkapnya.

Selain harga yang cukup mahal itu, dia juga keluuhkan stok ayam pedaging di pasar Borong yang saat ini lagi kosong.

“Penjual ayam sudah tidak jualan lagi. Ini sudah beberapa hari. Tidak tahu, apakah stok ayam habis atau sengaja tidak jual. Tempat jualan mereka semuanya kosong, tidak ada ayam,” ungkapnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTruk Penumpang Terbalik Akibat Jalan Buruk Menuju Elar Selatan
Next Article Peduli NTT, Pemuda di Ruteng Nyatakan Sikap Dukung Harmoni

Related Posts

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.