Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hampir Sebulan, Longsor di Wae Ara Belum Diurus
Regional NTT

Hampir Sebulan, Longsor di Wae Ara Belum Diurus

By Redaksi25 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Material longsor di mulut Jembatan Wae Ara, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, NTT- Hampir sebulan lamanya, longsor di mulut Jembatan Wae Ara, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat belum diurus oleh pemerintah setempat.

Padahal, longsor tersebut sudah nyata menutup sebagian badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Lembor dan Lembor Selatan itu.

Pantauan wartawan, material longsor yang tumpah dari tebing di sebelah utara jembatan itu masih menumpuk dan menutupi sebagian badan jalan.

Karena itu, jalan menjadi sempit. Selain sempit, kejadian itu juga membuat jalan menjadi licin sehingga rawan bagi pengendara.

Apalagi, di bagian selatan jalan tersebut terdapat jurang sedalam belasan meter, dimana kalau tak berhati-hati kendaraan bisa jatuh ke dalam jurang tersebut.

Sekilas diperhatikan, tiap kali ada kendaraan yang melintas dari arah berlawanan, terpaksa salah satu diantaranya berhenti sejenak untuk memberi kendaraan lainnya melintas.

Kondisi tersebut dikeluhkan seorang pengendara mobil angkutan penumpang jurusan Malawatar-Reweng yang bernama Faus.

Dia mengaku tiap kali melintasi jalur tersebut terpaksa dia mengurangi laju kendaraannya agar terhindar dari kecelakaan.

“Kalau tidak hati-hati pasti kecelakaan,” katanya kepada VoxNtt.com, Minggu (4/2/2018) lalu.

Baca: BPBD Mabar Diminta Urus Longsor di Wae Ara Lembor

Dia mengaku peristiwa itu terjadi sekitar akhir bulan Januari 2018 lalu. Saat itu, wilayah Lembor dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Longsor ini terjadi pas hujan sekitar seminggu lalu,” tuturnya.

Di tempat yang sama, seorang pengendara sepeda motor bernama Sius, menyesalkan sikap Pemkab Manggarai Barat yang lamban merespon longsor tersebut.

“Ini sudah satu minggu, tapi belum diperhatikan (pemerintah),” katanya.

Sebab itu, dia mendesak instansi terkait dalam hal ini BPBD Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan agar masalah itu tak berlarut-larut.

“Dinas yang mengurus bencana harus turun tangan supaya ini selesai,” pungkasnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleCerpen: Diary Tanpa Hari
Next Article Tim Pemkab TTU Komitmen Tuntaskan Kasus Hukum Adriana

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.