Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Koalisi Masyarakat Sipil Prihatin dengan Teror Bom di Kalimantan
NASIONAL

Koalisi Masyarakat Sipil Prihatin dengan Teror Bom di Kalimantan

By Redaksi15 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta,VoxNtt.com-Anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Jerry Sumampouw, mengaku prihatin dengan terjadinya rangkaian aksi teror bom di Samarinda dan Singkawang.

Hal ini dikatakannya menyusul aksi teror bom di Gereja Oikumene, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, serta teror di Vihara Budi Dharma di Singkawang, Kalimantan Barat, dengan cara melempari dengan bom molotov.

“Kita prihatin dengan situasi berkembang terakhir. Fenomena (yang) sudah terjadi di masa lalu, ini rangkaian yang selalu terjadi jika tensi negara tinggi. Yang jadi sasaran kelompok minoritas,” ujar Jerry di Maarif Institute, Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).

Lebih dari itu, Jerry menilai bahwa dari isu yang berkembang, seluruhnya dibaca secara politik, termasuk isu agama oleh sejumlah pihak.

“Makin menyedihkan, makin sulit menemukan orang yang mau bicara lugas. Hampir semua hal dibaca secara politis. Sampai agama pun secara politis,” katanya.

Oleh karena, Jerry meminta pemerintah tegas untuk menindak pelaku tindakan teror bom tersebut.

BACA: Melawan Bom Menjaga Keberagaman

“Teror ini tidak semata menebar keresahan, tapi juga (mengindikasikan) makin pudarnya komitmen kebangsaan,” ungkapnya.

Koalisi Masyarakat Sipil ini terdiri dari masyarakat sipil di Jakarta dan berbagai tokoh agama diantaranya Romo Benny Susetyo, Jeirry Sumampow, Ray Rangkuti, Usman Hamid, Fajar Riza Ul Haq, Yudi Latif, Muhamad Abdullah Darraz dan Ahmad Imam Mujadid Rais. (Ervan Tou/VoN)

Previous ArticleMelawan Terror Menjaga Keberagaman
Next Article Mabes Polri Tetapkan Ahok Sebagai Terangka

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.