Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Peduli Nasib Petani, Merpati Berkomitmen Perkuat BUMDes
Pilkada

Peduli Nasib Petani, Merpati Berkomitmen Perkuat BUMDes

By Redaksi13 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat paket MERPATI melaksanakan tatap muka di desa Satar Tesem (Foto: Relawan MERPATI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pasangan calon Marselis Sarimin dan Paskalis Sirajudin (Paket Merpati) berkomitmen untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh desa di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pasalnya, selama ini para petani di Matim menjadi korban dari sistem yang salah. Para pengusaha dengan enak menentukan harga komoditi milik petani. Mereka membeli hasil komoditi petani dengan harga sesuka hati.

Para petani juga terus terpasung dengan praktik ijon yang secara tidak langsung para tengkulak mengisap darah para petani.

Karena itu, pasangan pensiunan Polri dan Birokrat itu berkomitmen untuk mengentas sistem yang memasung para petani dengan cara memperkuat BUMDes.

Hal itu disampaikan calon bupati Matim Paket Merpati Marselis Sarimin saat bertatap muka dengan warga Kampung Moncok, Desa Satar Tesem, Kecamatan Poco Ranaka, Selasa (13/03/2018).

Dikatakannya, paket Merpati berkomitmen memperkuat sendi-sendi perekonomian melalui tata niaga, penguatan BUMDes dan BUMD.

Dijelaskan Marselis, tujuan dibentuknya itu antara lain: meningkatnya stabilitas harga komoditi, meningkatnya akses pasar, meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat, meningkatnya lapangan kerja, dan meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Marselis, 90 persen masyarakat Matim adalah petani. Petani di Matim kaya akan sumber daya alam, yaitu hasil komoditi yang banyak.

Namun, yang ada masyarakat dalam hal ini petani tetap berada di bawah garis kemiskinan.

“Mengapa itu sampai terjadi ? Selama ini yang tentukan harga adalah para tengkulak. Mereka menaikkan harga sesuka hati. Sehingga para petani terus menjadi korban. Itu karena mereka yang tentukan harga. Padahal yang punya hasil adalah kita. Seharusnya kita yang tentukan harga,” kata Marselis.

Menurut dia, memperkuat BUMDes adalah langkah solutif untuk keluar dari itu semua.

Dengan begitu, para petani tidak lagi menjual komoditi ke para tengkulak. Tetapi harus menjualnya ke BUMDes. Sedangkan pengusaha itu harus membeli melalui BUMDes.

“Kita yang menentukan harga, bukan lagi pengusaha yang tentukan harga. Karena kita yang punya barang. Selama ini kita menjual hasil komoditi ke pengusaha dan seenaknya mereka menentukan harga. Mau hari ini naik, esok turun tidak ada yang atur. Kita harus keluar dari sistem yang ada sekarang,” tambah mantan Kapolres Manggarai itu.

Selain itu, untuk menjaga kesetabilan harga komoditi di Matim, Paket Merpati akan membuat aturan melalui Perda dan Perbup tentang harga beli dan jual di Matim.

Di situ nanti, pemerintah menententukan harga paling tinggi dan paling kecil. Sehingga tidak ada lagi permainan harga oleh pengusaha di Matim.

Sementara itu, salah satu petani di desa Satar Tesem yang tidak sempat dimintai identitasnya mengaku program BUMDes dari paket Merpati sangat sesuai dengan keinginan para petani.

Kata dia, program yang ditawarkan sangat tersentuh dengan hati masyarakat.

“Sebagai petani, saya mendukung programnya bapak. Saya merasa kesal selama ini hidup petani bergantung pada tengkulak dan Cina. Mereka enak saja tentukan harga. Kami jadi korban. Harapan kami jika bapak jadi Bupati agar bisa memperhatikan kondisi para petani. Harapan kami juga, semoga bapak bisa menjadi orang nomor satiu di Matim lima tahun ke depan,” ungkap petani itu.

 

Penulis: Nansianus Taris

Manggarai Timur
Previous ArticleBudayakan 15 Menit Menulis, MSI Basecare Ende Gelar Lomba Literasi
Next Article TPDI Pertanyakan Kasus Tanah Malasera

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.