Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sanres dan Plan Kembangkan Jaringan Irigasi Tetes di Nagekeo
Regional NTT

Sanres dan Plan Kembangkan Jaringan Irigasi Tetes di Nagekeo

By Redaksi10 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Koordinator Yayasan Flores Sejahtera (Sanres) wilayah Nagekeo, Mathilde Paulina Dhae
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Yayasan Flores Sejahtera (Sanres) bekerja sama dengan LSM PLAN mengembangkan metode jaringan irigasi tetes di beberapa desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Nagekeo.

“Program irigasi ini kita sudah jalankan lebih khusus bagi kaum perempuan. Dan kita sudah terapkan di beberapa desa yakni desa Golongnio, Desa waekoka, Kelurahan Towak, Desa Rendu Butowe, Desa Rendu Wawo dan Kelurahan Dhawe,” Ujar Koordinator Sanres wilayah Nagekeo Mathilde Paulina Dhae yang di temui VoxNtt.com di Mbay, Senin (09/04/2018).

Dhae menjelaskan, irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien.

Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai.

Selain itu, program ini juga untuk mengantisipasi agar petani tidak menganggur pada saat musim kemarau dan juga menghemat air.

Dijelaskan metode ini menggunakan teknik dengan cara membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipi dan bambu.

Menurut Dhae, kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Cara penggunaan alat ini sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi di bawahnya sekitar 0.1 cm dengan air.

Kemudian menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman.

Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

Dhae mengatakan, dengan adanya program ini petani desa Golongnio, Waekoka, Kelurahan Towak, Desa Rendu Butowe, Desa Rendu Wawo dan Kelurahan Dhawe telah menikmati hasilnya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleWabup Belu Ajak Masyarakat Jaga Mahasiswa KKN 
Next Article Pengelolaan Arsip di NTT Belum Tertata

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.