Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Satu Lagi Guru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK dan Bupati Matim
VOX GURU

Satu Lagi Guru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK dan Bupati Matim

By Redaksi20 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis PK Matim, Frederika Soch (Foto: Dok. Frederika Soch)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Setelah Prudensia Nanggu, kini giliran Maria Goreti Said Raimuna yang meminta maaf kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Frederika Soch dan Bupati Manggarai Timur (Matim), Yoseph Tote.

Maria Goreti Said Raimuna adalah salah seorang guru THL yang mengajar di SDN Kembur, Kecamatan Borong. Sedangkan Prudensia Nanggu adalah salah satu guru THL yang mengabdi di SDI Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong.

Baca Juga: Guru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK Matim

Permohonan maaf Maria Goreti Said Raimuna sama dengan Prudensia Nanggu yakni atas kalimat kasar yang dilontarkan sejumlah guru THL saat menggelar audiensi dan aksi demonstrasi di Lehong beberapa waktu lalu.

Aksi demonstrasi tersebut terkait kisruh pemotongan gaji guru THL oleh Kadis Frederika, dari sebelumnya Rp 1.250.000 menjadi Rp 700.000 per-bulannya.

“Saya meminta maaf kepada kepada ibu Kadis dan bapak Bupati atas kalimat kasar yang dilontarkan guru-guru THL saat aksi demonstrasi sebelumnya,” tulis Maria melalui pesan WhatsApp kepada VoxNtt.com, Rabu (20/06/2018).

Maria mengaku, dia mengikuti audiensi dan demonstrasi beberapa waktu yang lalu atas dasar kesetiakawanan, bukan karena kemauan sendiri di balik kisruh pemotongan gaji guru THL tersebut.

Sebagai guru yang sudah lama di Matim, Maria menyatakan sudah menerima dengan iklas terkait kebijakan Kadis Frederika yang memotong gaji guru THL tersebut.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, sejumlah guru yang mengikuti audiensi di DPRD dan aksi demonstrasi sebelumnya wajib meminta maaf kepada Kadis PK Matim melalui media massa.

Permintaa maaf di media massa itu menjadi syarat mutlak agar rekomendasi pencairan gaji guru THL ditandatangani dan diberikan oleh Kadis PK Matim.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleSelama 4 Tahun, DPRD Matim Hasilkan Dua Perda Inisiatif
Next Article Pekan Depan, Panwaslu TTU Tertibkan APK Paslon Pilgub NTT

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.