Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Kasus Kematian Ferdy Taruk, Nyala Lilin Hingga Ada Calon Tersangka
Feature

Kasus Kematian Ferdy Taruk, Nyala Lilin Hingga Ada Calon Tersangka

By Redaksi27 Juli 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga almarhum Ferdy Taruk saat aksi damai di depan Kantor Polres Manggarai (Foto: Adrianus Aba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Suasana di jalan depan Polres Manggarai, Jumat sore, 27 Juli agak lain dari biasanya yang ramai dengan lalu lintas kendaraan.

Sekitar pukul 16.00 Wita, Polisi Lalu Lintas dengan siaga di bagian selatan dan utara jalur itu. Mereka sibuk mengarahkan kendaraan agar tak melintasi jalan di depan Polres Manggarai.

Sementara jalan ratusan meter di depan kantor tersebut terisi dengan ribuan orang. Mereka yang adalah para pemuda dari PMKRI, GMNI, LMND, Senat Mahasiswa, dan sejumlah pelajar SMA tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Kemanusian (FPPK).

Hari belum gelap, koordinator forum tersebut tampak sibuk membagikan lilin kepada peserta aksi damai. FKKP datang untuk menuntut keadilan bagi almarhum Ferdinandus Taruk dan keluarga.

Ferdy Taruk sebelumnya tewas setelah ditembak orang tak dikenal di Karot Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada 27 Maret 2018 lalu, sekitar pukul 24.00 Wita.

Aksi membakar seribu lilin tersebut sebagai bentuk protes atas lambannya pengungkapan pelaku penembakan oleh Polres Manggarai.

Sekitar pukul 18.00 Wita, peserta aksi kemudian serempak menyalakan lilin yang dipegang masing-masing.

Ekspresi duka keluarga tampak terlihat saat aksi damai itu diisi dengan pembacaan puisi dan orasi dari utusan berbagai organisasi mahasiswa.

Terpantau, suasana semakin merinding ketika pemandu aksi mengundang Emanuel Suryadi dari pihak keluarga almarhum untuk membacakan puisi. Puisi itu berjudul “Sepucuk surat dari alam baka untuk Sang pemilik semesta”.

Pembacaan puisi Emanuel seakan membius peserta aksi. Betapa tidak, dengan suara serak dan sedikit tinggi, lalu perlahan rendah. Panjang-pendek dan keras-lembutnya suara, sungguh dijiwai Emanuel.

Mimik dan gerakan tubuhnya menunjukkan ia sedang merengek meminta bantuan kepada Sang Kuasa agar mengungkapkan pelaku penembakan almarhum Ferdy Taruk.

Fransikus Y.A Syukur, Juru bicara keluarga almarhum Ferdy Taruk dalam orasinya mendesak Polres Manggarai segera mengungkapkan pelaku penembakan.

Sebab, hampir empat bulan berlalu, pelaku masih misterius. Sementara keluarga masih hidup dalam duka lantaran pelaku belum ditemukan.

Tak hanya mendesak Polisi, Yos Syukur juga meminta Bupati Manggarai Deno Kamelus agar bersama-sama dengan keluarga mengawal kasus tersebut.

“Salah satu visi bupati kan penegakan supremasi hukum. Kami berharap bupati membantu kami berkoordinasi dengan Polres Manggarai, agar tidak ada Fredy-Fredy lain di Manggarai,” ujarnya.

Sudah Ada Calon Tersangka

Kasat Reskrim Polres Manggarai AKP Satria Wira Yudha di depan peserta aksi menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam mengusut tuntas kasus kematian almarhum Ferdy Taruk.

Selanjutnya, saat menerima utusan peserta aksi di aula Polres Manggarai, Yudha kembali menegaskan, sudah menjadi kewajiban Kepolisian untuk mengungkapkan pelaku.

Dia menjelaskan, selama ini Polres Manggarai melakukan pembuktian secara ilmiah untuk kemudian bisa dipertanggungjawabkan saat di Pengadilan nanti.

“Karena kami sudah sampaikan bahwa tidak ada saksi yang melihat secara langsung, karena itu kami butuh pembuktian secara ilmiah. Kami sudah lakukan dengan beberapa ahli,” ujar Yudha.

Ahli-ahli itu lanjut dia, yakni dokter forensik dan balistik laboratorium forensik.

Dia mengatakan, dalam penyelidikannya sudah ada calon tersangka. Calon tersangka tersebut mengarah kepada satu orang yang pada malam kejadian, senjata masih berada dalam penguasaannya.

“Makanya kami sudah berani sampaikan, kami sudah memiliki nama calon tersangka,” sambung Yudha.

Yudha sendiri belum bisa memastikan apakah calon tersangka ini yang melakukan eksekusi.

Sebab itu, pihak Reskrim Polres Manggarai terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus penembakan almarhum Ferdy Taruk.

Dia berjanji akan menetapkan tersangka tersebut pada Senin, 30 Juli 2018. Selanjutnya akan dilakukan konfresi pers untuk mengumumkan tersangka.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleAdab Wisata
Next Article Masyarakat Hepang, Maria dan Kerinduan Mengembalikan Nahar Bekor

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.