Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tahun 2018, Hasil Produksi Garam di TTU Menurun Drastis
Ekbis

Tahun 2018, Hasil Produksi Garam di TTU Menurun Drastis

By Redaksi20 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi garam (Foto: Antara)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Hasil Produksi Garam di 2 kecamatan tepatnya di kecamatan Biboki Anleu dan Insana Utara kabupaten TTU menurun drastis di tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com di stand dinas Kelautan dan Perikanan pada pameran HUT Kota Kefamenanu, Kamis (20/09/2018), produksi garam di kecamatan Insana Utara pada tahun 2018 hanya 20 ton.

Padahal tahun 2017 produksi garam di kecamatan tersebut mencapai 169,20 ton.

Sementara produksi garam di kecamatan Biboki Anleu juga mengalami penurunan drastis dimana tahun 2018 hanya memproduksi 25 ton dibanding tahun sebelumnya yang hasil produksi mencapai 298,06 ton.

Sedangkan hasil produksi garam yang mengalami peningkatan terdapat di kecamatan Biboki Moenleu.

Dimana tahun 2017 produksi garam hanya mencapai 420,76 ton sedangkan tahun 2018 hasil produksi naik menjadi 838 ton.

Kepala dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten TTU, Alfons Ukat saat dikonfirmasi awak media di gedung Balai Biinmafo menjelaskan, rendahnya produktivitas garam di kecamatan Insana Utara dan Biboki Moenleu lantaran pola yang digunakan masih sangat tradisional yakni dengan cara merebus.

Sedangkan produktivitas garam di kecamatan Biboki Moenleu mengalami peningkatan lantaran pola yang digunakan sudah menggunakan sistem tambak dan didukung tingginya antusiasme warga untuk mengusahakan garam.

“Selain 2 faktor itu, luasan lahan produksi garam di 2 kecamatan itu juga lebih sempit dibandingkan dengan luasan lahan di kecamatan Biboki Moenleu, itu sebabnya produksi garam di 2 kecamatan itu rendah” ujarnya.

Ia menambahkan, guna meningkatkan hasil produksi garam di 2 kecamatan tersebut maka pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kerjasama dengan seorang pengusaha asal Jakarta.

Penguasaha tersebut yang akan membantu menyediakan segala fasilitas untuk meningkatkan produksi garam.

“Pengusaha itu yang akan menjadi bapak angkat untuk produksi garam di 2 kecamatan itu,jadi dia(pengusaha) yang akan menyediakan segala fasilitas dan masyarakat itu jadi plasmanya,” imbuhnya.

Penulis:Eman Tabean

Editor: Irvan K

TTU
Previous ArticleSatlantas Polres Ngada Bantu Air Bersih untuk Masyarakat Mangulewa
Next Article Breaking News: Kebakaran di Tentang Ludeskan Tiga Rumah

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.