Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Terkait Krisis Air Bersih, Bupati Belu Disebut Penipu dan Mulut Manis
HEADLINE

Terkait Krisis Air Bersih, Bupati Belu Disebut Penipu dan Mulut Manis

By Redaksi5 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
GMNI Cabang Belu ketika melakukan aksi damai di depan DPRD Belu (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT–Gerakan Mahasiswa Nasional Indonsia(GMNI) cabang Belu menilai Bupati Belu, Wilybrodus Lay hanya ‘mulut manis’ dan telah melakukan pembohongan publik terhadap masyarakat kabupaten Belu.

Pernyataan tersebut diungkapkan GMNI cabang Belu dalam aksi demonstrasi yang dilangsungkan di Atambua, Senin (05/11/2018) terkait persoalan ketersediaan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu.

GMNI menyebut bupati Belu, Wily Lay mulut manis dan membohongi publik karena sudah tiga tahun memimpin, belum mampu mengimplementasikan program penyediaan air bersih. Padahal program tersebut merupakan salah satu program prioritas yang diungkapkan Wily saat berkampanye.

Pantauan VoxNtt.com di bilangan kota Atambua, masa aksi damai GMNI sekitar belasan orang melakukan orasi di beberapa titik strategis di kota Atambua.

Aksi damai yang dikoordinir Hendrianus Modok ini melakukan orasi di depan rumah jabatan Bupati Belu, berlanjut menuju kantor Bupati dan kembali ke kantor DPRD Belu.

Menggunakan sebuah mobil pick-up, masa membawa beberapa spanduk yang bertuliskan ‘Bupati Belu Penipu’, ‘Bupati Belu Mulut Manis’.

Dalam orasinya, Legorius  Bria mengecam dan meminta Bupati Wily mundur dari jabatannya apabila tidak sanggup melaksanakan program yang sudah dijanjikan saat masa kampanye.

Menurut Bria, Bupati belu masa bodoh dan terkesan cuek dengan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Bria menilai, Bupati Belu seringkali mengucapkan kata inovasi tapi ucapan tersebut tidak dibuktikan dengan tindakan nyata.

“Bupati Belu telah melakukan pembohongan publik. Karena itu saya minta Bupati Belu mundur dari jabatan karena hingga hari ini rakyat Belu masih kesulitan air bersih. Bupati Belu gagal total dan sudah menipu rakyat,” kecam Bria dalam orasinya.

Sementara, Hendrianus Modok dalam orasinya juga menyampaikan hal yang sama. Menurut Modok, Bupati Belu telah dengan sengaja membikin masyarakat semakin susah.

Akibatnya, bisnis air hanya menguntungkan pengusaha air bersih di Atambua dimana harga air bersih per tengki mencapai Rp. 150.000 hingga Rp.200.000.

Untuk wilayah luar kota, lanjut Modok, harga air bersih bisa mencapai Rp.800.000.

Untuk diketahui, dalam aksi demonstrasi ini, massa dari GMNI tidak berhasil menemui Bupati Belu, Wily Lai.

Mereka hanya ditemui Direktur PDAM Belu, Yun Koi Asa dan Plt. Kadis PU Belu Vincent Laka. Namun massa aksi menolak untuk berdialog dengan kedua pimpinan instansi yang tidak secara penuh mengubah krisis air di Kabupaten Belu.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu GMNI Belu
Previous ArticleBendahara Kelompok Tani di Magepanda Sikka Bongkar Sejumlah Kejanggalan
Next Article Ujian CPNSD di Nagekeo Mulai Digelar Hari Ini

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.