Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hingga 2018, Bantuan PKH Kabupaten Kupang Cakup 26. 545 KPM
Regional NTT

Hingga 2018, Bantuan PKH Kabupaten Kupang Cakup 26. 545 KPM

By Redaksi6 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Koordinator PKH Kabupaten Kupang. Marcelo Pinto (Foto: RN/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT– Hingga tahun 2018, sebanyak 26.545 dari total 31.000 keluarga miskin di kabupaten Kupang, Propinsi NTT, sudah terjangkau Program Keluarga Harapan (PHK).

Data ini disampaikan koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kupang, Marcelo Antonio Pinto saat ditemui VoxNtt.com di Oelamasi, Senin (05/11/2018).

Marcelo menjelaskan, semua data KK yang dihimpun tersebut berasal dari pusat Data Terpadu yang dikelola Kementrian Sosial.

Data penerima bantuan sejak tahun 2013

Di samping itu, setiap tahun sebaran kecamatan yang mendapatkan program ini terus meningkat.

Tahun 2013, kata dia, baru menyentuh 11 kecamatan. Masuk 2014 ada tambahan 7 kecamatan sehingga menjadi 18 kecamatan.

Pada tahun 2015 ada tambahan 3 kecamatan lagi dan tahun berikutnya, 2016 sudah menyentuh semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang.

Selama kurun waktu tersebut, lanjut dia, hingga tahun 2018 sebanyak 90 kelompok PKH yang berhasil terbentuk dimana kelompok-kelompok ini memiliki usaha mandiri secara kelompok.

Kelompok PKH ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kupang dan masing-masing memiliki usaha bersama demi mengembangkan modal yang didapat dari bantuan PKH.

“Ada kelompok yang memiliki usaha kebun sayuran, usaha ternak dan juga arisan kelompok. Minimal mereka perlahan dilatih untuk mandiri dan bisa keluar dari kategori keluarga miskin” tutur Marcelo.

Mengenai tantangan, alumni Ilmu Hukum Universitas Widya Mandira itu menyampaikan bahwa, tantangan paling besar  adalah kondisi geografis.

“Kondisi geografis kita yang masih banyak terisolasi membuat biaya operasional membengkak. Itu risiko bagi pendamping. Ada juga yang daerah dampingannya berada di zona blank spot jadi mereka harus pulang pergi untuk mengisi data”, tambahnya.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K

Kabupaten Kupang PKH Kabupaten Kupang
Previous ArticlePetani Colol: Terima Kasih Bank NTT, Kami Bebas dari Ijon
Next Article Ini Daftar Sementara CPNS di Matim yang Capai Passing Grade

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.