Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»FPPN Sebut Bupati dan Wabup Nagekeo Ciptakan Konflik
NTT NEWS

FPPN Sebut Bupati dan Wabup Nagekeo Ciptakan Konflik

By Redaksi12 Maret 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Massa aksi FPPN saat demonstrasi di depan Kantor Bupati Nagekeo, Selasa 12 Maret 2019 (Foto: Arkadius Togo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Forum Pemuda Peduli Nagekeo (FPPN)  menyebut baru satu setengah bulan lebih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Marianus Waja sudah menciptakan konflik di tengah masyarakat.

Pasalnya, menurut Orator FPPN Gusty Bebi, Don Bosco dan Marianus telah memberhentikan 1.046 tenaga harian lepas (THL) lingkup Pemkab Nagekeo, tanpa ada pertimbangan aspek sosial.

Bukan hanya itu. Gusty juga menyebut, Don Bosco dan Marianus juga telah membongkar Pasar Danga. Akibatnya, hingga kini para pedagang terpaksa kehilangan tempat jualan.

Gusty menyatakan, Bupati Don Bosco juga telah melegalkan judi. Melalui Laskar Berdikari, kata dia, membuka tempat judi di Lapangan Berdikari Danga. Risikonya, setiap malam anak-anak sekolah juga ikut bermain judi rolet.

“Kehadiran Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja baru satu bulan sudah menciptakan banyak konflik sosial. Yakni para THL 1.046 orang diberhentikan tanpa dikaji dari aspek sosial, sehingga banyak pengangguran di Nagekeo. Bupati juga bongkar Pasar Danga dan sampai saat ini para perdagang kehilangan tempat jualan. Selain itu, Bupati melegal judi rolet di Lapangan Berdikari Danga yang dikelola oleh Laskar Berdikari,” ujar Gusty dalam orasinya saat demontrasi di Kantor Bupati Nagekeo, Selasa (12/3/2019).

Don Bosco dan Marianus dinilai Gusty gagal dalam memimpin Nagekeo. Alasannya, kebijakan pemberhentikan 1.046 THL, pembongkaran Pasar Danga, dan melegalkan judi di Lapangan Berdikari tidak mempertimbangkan aspek sosial dan budaya Nagekeo.

“Hari ini bupati gagah, tetapi Bupati gagal dalam memimpin Nagekeo. Engkau telah menciptakan konflik di antara keluarga dan kakak adik. Dimana kakak engkau rekrut, sedangkan adiknya yang sudah lama jadi THL engkau abaikan. Di mana orang baru, engkau rekrut bahkan mantan Napi pun engkau rekrut bekerja sebagai tenaga harian lepas di Pemda Nagekeo. Sementara ada ratusan THL yang sudah lama bekerja dari awal pemekaran Nagekeo, bahkan keluarga yang memberikan tanah untuk pembangunan pemda Nagekeo, Bupati mengabaikan itu,” ujarnya.

Elias Mau, seorang mantan THL mengancam akan mengambil kembali tanah yang diserahkan oleh Suku Dhawe kepada Pemda Nagekeo dengan cuma-cuma.

“Bupati tanda apa yang saya katakan hari ini. Bulan Maret ini kami akan pagar Lapangan Berdikari Danga, dan di rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo. Kami ambil, kerena tanah itu, kami mau buka usaha untuk hidup anak cucu kami,” tegas Elias.

Sementara itu, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do di hadapan massa aksi di Aula Sekda setempat mengatakan, sangat menghargai aspirasi dari FPPN.

“Saya sangat menghargai apalagi orang muda. Karena saya dulu seperti adik-adik FPPN ini,” ujarnya.

Baca Juga: Ketika Don Bosco-Marianus Waja Dicap “Penipu”

Ia meminta para THL tetap bersabar karena masih dalam taraf kajian.

“Dalam rapat kerja bersama DPRD yang lalu saya sudah bicara bahwa THL akan kembali direkrut pada bulan Mei nanti. Tetapi kita sharing lagi yang terbaik sesuai dengan beban kerja berdasarkan ajuan setiap pimpinan OPD yang ada,” kata Bupati Don.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

THL Nagekeo
Previous ArticleMaksimus Tewas Setelah Tabrak Tiang Teras Rumah
Next Article Gubernur NTT Inginkan Raknamo Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.