Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Gelar Seminar “Urgent”, Upaya IDI TTU Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
KESEHATAN

Gelar Seminar “Urgent”, Upaya IDI TTU Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

By Redaksi28 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana seminar bertemakan "Urgent" yang digelar IDI TTU, Sabtu 27 Juli 2019 (Foto: Arsip IDI TTU)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU menggelar seminar dengan tema “Urgent”, Sabtu (27/07/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun VoxNtt.com, seminar yang digelar di Aula Hotel Livero Kefamenanu itu diikuti oleh kurang lebih 150 tenaga kesehatan, baik itu yang berprofesi sebagai dokter,perawat dan bidan dari kabupaten Belu, Malaka, TTS, TTU dan Kupang.

Tampak Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten TTU Thomas Laka, Ketua IDI TTU dr.Nining serta sponsor maupun tamu undangan lainnya turut menghadiri kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 Wita hingga pukul 15.00 Wita itu.

dr.Hendri selaku ketua panitia seminar saat diwawancarai VoxNtt.com menuturkan, tujuan utama digelarnya seminar agar bisa meningkatkan pemahaman para tenaga kesehatan, baik itu dokter, bidan maupun perawat untuk penanganan kegawatdaruratan pada kasus kebidanan hingga bayi yang baru lahir.

Ia menjelaskan, peserta yang mendaftar untuk mengikuti seminar ini mencapai 265 orang yang berasal dari Kabupaten TTU, Belu, Malaka, TTS, Kupang, serta ada yang berasal dari Maluku dan Bali.

“Jumlah yang daftar 265 orang tapi yang tadi ikut kegiatan itu hanya 152 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, masalah kematian ibu dan bayi di Provinsi NTT pada umumnya dan Kabupaten TTU pada khususnya masih cukup tinggi.

Sehingga diharapkan dari kegiatan ini pemahaman tenaga kesehatan tentang penanganan kegawatdaruratan pada kasus kebidanan dan bayi baru lahir dapat lebih baik. Harapannya bisa menekan angka kematian ibu dan bayi untuk ke depannya.

“Target dari pemerintah Indonesia sendiri hingga tahun 2030 itu mau menekan angka kematian ibu dan bayi, nah kebetulan di Provinsi NTT dan khususnya di daerah Kefa (Kabupaten TTU) angka kematian ibu dan bayi masih tinggi,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

IDI TTU TTU
Previous ArticleIBT Piala Presiden, Petinju Indonesia Samada Saputra Melaju ke Final
Next Article Bupati Nagekeo Tetapkan OKP Forkot Mbay Sebagai Organisasi Mitra Pemerintah

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.