Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Irigasi Wae Ireng Ambruk, Puluhan Sawah Terancam Gagal Tumbuh
HEADLINE

Irigasi Wae Ireng Ambruk, Puluhan Sawah Terancam Gagal Tumbuh

By Redaksi3 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Osi Gandut dan Ross Leok, dua anggota DPRD Manggarai saat memantau irigasi Wae Ireng (Foto: Facebook Ross Leok)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng,VoxNtt.com- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Ruteng dan sekitarnya beberapa pekan terakhir ini menyebabkan irigasi Wae Ireng, Desa Pong Lale ambruk.

Padahal, proyek milik Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai itu baru dikerjakan tahun 2015 lalu.

Wakil Ketua II Pimpinan DPRD Manggarai Simprosa Rianasari Gandut mengatakan, ambruknya irigasi Wae Ireng bisa menyebabkan puluhan sawah warga terancam gagal tumbuh.

Osi Gandut menduga irigasi ini ambruk bukan saja karena bencana alam tetapi secara kasat mata dilihat lantaran kualitas pekerjaan buruk.

Dia dan rekan DPRnya Ros Leok telah memeriksa proyek tersebut pada Rabu, 1 Februari 2017 lalu.

Osi Gandut dan Ross Leok, dua anggota DPRD Manggarai saat memantau irigasi Wae Ireng

“Ada puluhan sawah masyarakat yang jadi korban. Jebol sejak tahun kemarin (2016). Ada beberapa titik yang jebol. Padi terancam tidak saja gagal panen, tetapi gagal tumbuh malah,” kata Osi Gandut kepada sejumlah awak media di kantor DPRD Manggarai, Kamis (2/2/2017).

Melihat kondisi ambruknya irigasi Wae Ireng, dia pun berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian Manggarai segera memperbaikinya agar padi warga kembali tumbuh normal.

Berdasarkan pantauan politisi Golkar itu pula, selain ambruknya irigasi tersebut warga juga mengeluh dengan proyek irigasi Pong Pane di Desa Pong Lale.

Pasalnya, pembangunan irigasi yang bersumber dari APBD I Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu belum dilanjutkan. Dia putus tepat di pertengahan sawah warga di Lingko Purang Pane.

Padahal, kata Osi, terdapat ratusan sawah warga di Desa Pong Lale masih sangat membutuhkan air melalui irigasi Pong Pane tersebut.

“Karena tidak dilanjutkan, saat musim hujan ini sampah-sampah yang dibawa melalui irigasi bertumpuk penuh di sawah warga,” katanya.

Karena itu, dia meminta agar pihak pemerintah Provinsi NTT menganggar kembali untuk melanjutkan pembangunan irigasi Pong Pane.

“Itu dilakukan agar ratusan sawah warga tidak kesulitan mendapatkan air,” ujar Osi. ****(Ardy Abba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleHujan Deras, Sejumlah Rumah Warga di Woloweku Tertimpa Longsor
Next Article Pemkab Manggarai Tanggapi Isu Sanksi Bagi PNS

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.