Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Produktif di Masa Pandemi, Pasutri Asal Sikka Ini Jualan Minyak Kelapa Murni Secara Online
Ekbis

Produktif di Masa Pandemi, Pasutri Asal Sikka Ini Jualan Minyak Kelapa Murni Secara Online

By Redaksi18 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Irvanto dan istri, Asriyani sedang mempersiapkan VCO hasil produksi selama berdiam di rumah sebelum dipasarkan (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Bagi kebanyakan orang, selalu berada di rumah selama masa karantina akibat Covid-19 bisa menyebabkan kejenuhan.

Fenomena itu ternyata tidak berlaku bagi semua orang. Tinggal di rumah dan bekerja dari rumah ternyata bisa memberikan banyak waktu tambahan dan meningkatkan produktivitas. Salah satunya dirasakan pasangan suami istri Ignasius Irvanto C. Say dan Maria Asriyani Pare.

Lantaran COVID 19 mereka jadi punya cukup waktu untuk membuat minyak kelapa murni atau yang dikenal dengan VCO (Virgin Coconut Oil).

Irvanto, sang suami adalah pendamping desa di Kecamatan Waigete. Sementara sang istri, Asriyani bekerja sebagai staf di Bawaslu Sikka.

Kepada VoxNtt.com beberapa waktu lalu di kediamannya di Gang Flobamora, Jalan Brai, pria muda yang biasa disapa Iponk tersebut mengaku mereka tetap bekerja sebagaimana biasa.

“Awalnya jenuh. Banyak waktu luang. Kami putuskan untuk kembali membuat VCO,” terangnya.

Sebelumnya pandemi COVID-19 muncul mereka sudah beberapa kali membuat VCO tetapi tidak rutin. Hasilnya pun terbatas untuk konsumsi keluarga dan sebagian kecil dijual.

Sementara itu, Asriyani mengaku pilihan jatuh pada VCO karena bahan bakunya mudah didapat dan cara pengerjaannya tidak rumit.

“Berkhasiat juga untuk kesehatan jadi pas untuk menghadapi Corona,” Asriyani berseloroh.

Bahan bakunya hanya kelapa. Tidak sulit mendapatkan kelapa sebab mereka punya beberapa pohon kelapa di kebun yang letaknya tak jauh dari kota yang kapan saja bisa diambil buahnya.

“Kita fermentasi. Jadi kelapa dibersihkan dahulu, diparut, diambil sarinya lalu di masukan ke dalam toples untuk di fermentasi. Tunggu 1 x 24 jam minyak sudah jadi siap disaring dan dimasukan ke dalam botol kemasan,” Iponk merangkan proses kerja yang baginya tidak rumit amat.

Satu botol ukuran 100 ml mereka dijual seharga Rp 25.000. Ada labelnya ‘VCO Flobamora’ meski belum mendapat sertifikat BPOM.

“Kami jual secara online di media sosial. Ada keluarga di Jawa dan Kalimantan juga pesan,” ungkap Asriyani di sela-sela kesibukannya menyaring sari kelapa murni.

40 buah kelapa jika diolah menjadi VCO akan menghasilkan setidaknya 30 botol berukuran 100 ml.

Menurut Iponk, bisnis olahan ini jauh lebih baik dibanding jual minyak kelapa secara gelondongan. Kalau minyak goreng satu botol harganya Rp 15.000 sementara bila dijual gelondongan 40 buah kelapa hanya dihargai sekitar Rp 40.000 sampai dengan Rp 50.000.

Terkait COVID 19, keduanya berharap pandemi ini cepat teratasi. Mereka pun mengajak anak-anak muda untuk berkarya di rumah serta memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal yang produktif.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

covid-19 Sikka Virus Corona
Previous ArticleDatang dari Zona Merah, Petugas Kesehatan Nagekeo Periksa 17 ABK KM Damai Sejahtera
Next Article Frans D. Tulung: Riak Politik Malaka Akan Redup Manakala Pemilu Usai

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.