Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Bulan Suci Ramadan, Umat Muslim di Mabar Diminta untuk Ikuti Fatwa MUI
KOMUNITAS

Bulan Suci Ramadan, Umat Muslim di Mabar Diminta untuk Ikuti Fatwa MUI

By Redaksi27 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Manggarai Barat, Syakar Abdul Jangku (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Dalam menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan, umat Muslim di Manggarai Barat diminta untuk mengikuti fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 ini berisi tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19.

“Fatwa MUI hendaklah ditaati. Jadi karena Islam itu mengajarkan taat kamu kepada Allah, taat kepada Nabimu, taat kepada pemerintah. Pemerintah itu siapa, ya umara dan ulama, itu bahasanya. Jadi pemerintah yang di struktur pemerintahan dan ulama,” ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Manggarai Barat, Syakar Abdul Jangku saat ditemui VoxNtt.com, Senin (27/04/2020).

Syakar mengungkapkan tahun 2020 ini, dalam menjalankan ibadah puasa, umat Muslim diminta untuk bersabar dan tetap beribadah di dalam rumah.

“Ya, memang keadaannya berbeda dengan Ramadan-ramadan sebelumnya. Sekarang ini kita berada di situasi yang sangat memperihatinkan,” katanya.

Pemerintah tentu saja sudah mengatur. Pemerintah dalam hal ini juga MUI.

Memasuki Bulan Suci Ramadan ini, kata dia, tentu saja dengan sukacita, penuh gembira, silaturahmi, salat bersama, dan berjemaah di Masjid.

Ia menambahkan, tahun 2020 ini umat Muslim disuruh bersabar untuk menjalankan salat dan ibadah di rumah saja.

“Jadi semua rangkaian ibadah salat tarawih, buka bersama tidak bisa di Masjid atau tempat lain tapi di rumah masing-masing. Kondisinya seperti itu,” kata Syakar.

Untuk memutuskan penyebaran Covid-19, Syakar berharap agar umat Muslim tetap disiplin dan tetap mengikuti aturan yang dibuat pemerintah.

“Dan seiring itu, tentu umat melakukan apa, ya tidak lain dengan disiplin mengikuti ini. Karena dengan cara ini saja kita memutus mata rantai Covid-19 ini,” tandasnya.

Syakar berharap dengan peristiwa tersebut bisa membuat umat Muslim di Kabupaten ujung barat Pulau Flores itu dapat mengambil hikmahnya.

Ia mencontohkan dengan anjuran di rumah saja tentu memberikan satu ruang supaya umat kembali bersama dengan keluarga, serta menjaga dan membangun kebersamaan.

Hal ini sekaligus juga untuk refleksi secara sosial apakah silaturahmi dan kebersamaan sebelumnya memang sungguh-sungguh? Sehingga nilai-nilai itu dibangun dan direfleksikan kembali untuk umat.

“Mudah-mudahan Tuhan memberikan kita masa depan,” ungkapnya

“Kita yakin ini makhluk dan makhluk itu kalau bahasa agamanya fanah (sementara),” sambung dia.

Menurut Syakar, hanya Tuhan yang kekal. Sebab itu, ia berharap salat jemaah yang akan datang, silaturahmi, dan kebersamaan bisa bermakna sesuai ajaran Tuhan.

“Jadi kita betul-betul menghargai kebersamaan ini, menghargai kekompakan dan persatuan itu, dan ini sebagai pelajaran besar,” celetuknya.

Ia juga mengharapkan Ramadan kali ini betul-betul sebagai bentuk refleksi untuk umat bisa melihat diri apakah dosa-dosa selama ini sudah semakin menumpuk, makanya Tuhan murkah. Atau ini bentuk kasih sayang Tuhan kepada umat?

“Kita tidak tahu, supaya merefleksi lagi cara hidup kita,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat MUI Mabar
Previous ArticleFMB Kembali Salurkan Bantuan untuk Para Janda Tua di Malaka
Next Article Jalankan Ibadah Puasa, Ini Pesan MUI Mabar untuk Umat Muslim

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.