Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Lawan Covid-19, Relawan Desa Bangka Lao Lakukan Upaya Pencegahan
KESEHATAN

Lawan Covid-19, Relawan Desa Bangka Lao Lakukan Upaya Pencegahan

By Redaksi8 Mei 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para anggota Relawan Covid-19 Desa Bangka Lao
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Relawan Covid-19 Desa Bangka Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai NTT kian gencar melakukan berbagai upaya pencegahan.

Relawan Covid-19 Desa Bangka Lao itu yakni, Maksimiliani Murni, Kristina N. R. Mala, Gabriela Rolin, Vensislaus Paulo, Fransiskus A. Rabu, Yakobus Banggur, Aleksius Ndahur dan Agrasela F. Ndiuk.

Koordinator Relawan Fransiskus Aprilus Rabu mengaku hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya bersama untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Bangka Lao,” ungkapnya kepada VoxNtt.com, Kamis (07/05/2020).

Selama satu bulan terakhir, Relawan Covid-19 Desa Bangka Lao kata dia, telah melakukan berbagai upaya pencegahan.

Kegiatan itu seperti, imbauan kepada masyarakat terkait bahaya dan upaya pencegahan Covid-19, dan melakukan pendataan untuk semua pelakukan perjalanan dari daerah terpapar yang masuk ke Desa Bangka Lao.

Selain itu, relawan juga melakukan pembagian 2.000 masker untuk semua KK di Desa Bangka Lao. Kepada semua pemilik kios juga diminta menyiapkan air dan sabun untuk mencuci tangan para pengunjung.

“Kami tambah semangat bekerja karena ada dukungan dari pemerintah desa dan Pastor Paroki Lao, mereka yang bantu pengadaan masker, disinfektan dan kebutuhan lainnya. Kami bekerja secara sukarela saja,” kata Fransiskus.

Setelah itu, pelaku perjalanan juga diminta untuk membuat surat pernyataan kesiapan menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Khusus untuk rumah yang menjadi tempat karantina mandiri dan fasilitas umum juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan.

“kami juga intens lakukan pengawasan untuk pelaku perjalanan yang sedang mengikuti proses karantina,” ujar Fransiskus.

Kepala Desa Bangka Lao Gregorius Serian Keka mengaku bangga dengan semangat para pemuda yang tergabung dalam Relawan Covid-19 Desa Bangka Lao itu.

Pada prinsipnya pemerintah desa kata dia, sangat mendukung dengan program relawan tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19 di Desa Bangka Lao.

“Saya bangga, mereka ini semangat sekalipun kerja sukarela. Apalagi kegiatan yang mereka lakukan sesuai dengan imbauan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Mereka luar biasa, kami selalu dukung,” katanya.

Sementara Pastor Paroki Ngkor, Fridus Masut mengaku apresiasi atas semangat Relawan Covid-19 di Desa Bangka Lao.

“Mereka adalah OMK paroki aktif, kelompok relawan itu terbentuk atas inisiatif sendiri, dari latar belakang yang berbeda, yakni guru, bidan, tukang ojek maupun profesi lainnya. Stake holder seperti gereja dan pemerintah desa total mendukung, supaya mereka lebih semangat,” ujar Pastor Fridus saat ditemui VoxNtt.com, Kamis (07/05/2020).

Pastor Fridus mengungkapkan, pelaku perjalanan dari daerah terpapar maupun masyarakat sekitar sangat terbantu dengan kinerja Relawan Covid-19 Desa Bangka Lao.

Sebab dengan adanya relawan ini, kata dia, mampu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.

Apalagi, virus corona menurut Pastor Fridus cukup berbahaya dan susah dideteksi. Sehingga kewaspadaan yang tinggi bisa memutuskan rantai penyebarannya.

Ia juga mengkritisi tentang imbauan pemerintah terkait social dan phisycal distancing yang belum berjalan dengan baik di Manggarai.

Menurut dia, di Kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai misalnya, masih banyak masyarakat yang beraktivitas seperti biasanya.

“Saya melihat desa lebih sigap ketimbang di kota. Sementara di Ruteng kesannya tidak ada pandemi, aktivitas seperti biasa. Kalau begini situasinya, upaya kita untuk memutuskan mata rantai Covid-19, maka kerja kita itu hanya manjadi hampa kalau dinamika masih seperti ini,” katanya.

Penulis: Pepy kurniawan

Desa Bangka Lao Manggarai Virus Corona
Previous ArticleTerkait Sanksi Penundaan DAU, Pemda Manggarai Dinilai Lamban dan Tak Terarah
Next Article Ziarah ke Makam Ayahnya, Kim Taolin Minta Restu untuk Maju Pilkada Malaka

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.