Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Yoakim Jehati Terpilih Sebagai Ketua Golkar Manggarai
NTT NEWS

Yoakim Jehati Terpilih Sebagai Ketua Golkar Manggarai

By Redaksi29 Juli 20204 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yoakim Y. Jehati terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Manggarai periode 2020/2025. Ia menggatikan Simprosa R. Gandut.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Yoakim Y. Jehati resmi  sebagai Ketua DPD II Golkar Manggarai periode 2020/2025. Ia menggatikan Simprosa R. Gandut.

Mantan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Manggarai itu terpilih melalui Musyawarah Daerah X (Musda X) Partai Golkar di Aula Efata Ruteng, Rabu (29/07/2020).

Kegiatan yang bertema “Kita Satu untuk Indonesia” itu dibuka secara resmi oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT Emanuel Milkiades Lakalena.

Dalam sambutannya, ia mengimbau kepada semua kader Golkar untuk menjalankan proses Musda dengan aman, damai dan lancar.

Di tengah situsi pandemi Covid-19, ia juga meminta untuk tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Sebab Covid-19 kata dia, sampai saat ini belum selesai. Belum juga ada vaksin yang bisa mengobati Covid-19.

Sebab itu, ia meminta agar lebih baik mencegah dari pada mengobati.

“Karena itu kita harus mencegah penyebaran Covid-9 ini, daripada mengobati. Apalagi sampai sekarang belum ada obat ataupun vaksin untuk Covid-19. Sehingga pesan saya, tetap ikuti rotokol kesehatan,” ungkapnya.

Untuk Musda kali ini, jelas dia, sesuai perintah partai hanya musyawarah mufakat dan tidak boleh ada pemilihan.

“Musyawarah mufakat itu akan dilakukan sebelum musda dibuka. Sidang paripurna akan dibuka setelah ada musyawarah mufakat,” ujarnya.

“Itu perintah Ketua Umum, kalau misalnya di Manggarai ada musyawarah dan mufakat yah kita lanjutkan, tapi kalau masing-masing calon bersih keras untuk maju, mau tidak mau kita pending Musdanya,” tambahnya lagi.

Melki juga meminta untuk menghargai keputusan Musda X Partai Golkar Kabupaten Manggarai.

Ia juga mengimbau kepada kader agar tidak perlu menyebarluaskan dinamika yang terjadi pada Partai Golkar.

Ia berharap semua dinamika cukup menjadi konsumsi internal partai saja.

“Kita berkompetisi ini cuma satu kali, sampai mati kita akan menjaga tali persaudaraan dan kebersamaan yang sudah lama kita bangun,” katanya.

Pantauan VoxNtt.com, usai menggelar acara pembukaan dilanjutkan dengan musyawarah mufakat antara DPD I, DPD II dan seluruh Komcat Partai Golkar Kabupaten Manggarai.

Usai menjalankan proses musyawarah mufakat itu akhirnya Yoakim Jehati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai.

Hal itu ditandai melalui pembacaan Surat Keputusan Musda X Partai Golkar yang menetapkannya sebagai Ketua Golkar Kabupaten Manggarai periode 2020/2025.

Dalam sambutannya, Yoakim mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Partai Golkar.

Ia mengaku hal itu merupakan pristiwa besar dan tercatat dalam sejarah hidupnya.

Politisi asal Cibal itu mengaku tidak pernah bermimpi untuk menjadi Ketua Golkar di Kabupaten Manggarai, sebab menurutnya ia bukanlah siapa-siapa.

“Kalau tidak pernah bermimpi yang pasti saya tidak punya ambisi. Karena saya menyadari banyak kekurangan. Tapi inilah jalan yang Tuhan berikan untuk saya,” ujarnya.

Dikatakan, tidak banyak yang ia janjikan, tapi minimal memiliki konsep untuk membangun Partai Golkar dan melakukan rekonsiliasi.

Mantan Ketua GMNI Cabang Manggarai itu mengaku berkomitmen untuk membangun tali silatirahmi kepada sejumlah kader partai yang berbeda pendapat saat Musda berlangsung untuk kembali seperti biasa.

“Banyak hal yang harus dibenahi, termasuk pembenahan kader dan kesekretariatan,” katanya.

Apalagi tantangan pertama yang akan dia hadapi adalah Pilkada Manggarai pada 9 Desember mendatang.

“Ujian terbesar untuk saya adalah Pilkada. Kalau Golkar kalah dalam Pilkada mendatang berarti itu kegagalan pertama saya,” katanya.

Sebagai pimpinan partai, ia mengajak seluruh kader Golkar agar sama-sama bersabar dan menahan diri siapa kandidat yang diusung.

“Ketika sudah ada keputusan kita gas. Kader harus mampu menahan diri, ke mana arah Partai Golkar, saya berharap tiidak ada yang tercecer karena kemenangan Golkar adalah kemenangan kita bersama,” katanya.

“Mari kita sama-sama mendayung partai ini untuk kejayaan kita bersama,” tambahnya lagi.

Kegiatan Musda itu ditutup secara resmi oleh DPD I Partai Golkar yang diwakili oleh Fransiskus Sarong.

Ia menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya ketua baru DPD II Partai Golkar kabuppaten Manggarai.

Dikatakan, bahwa proses muusyawarah dan mufakat Musda X Partai Golkar Kabupaten Manggarai berjalah alot dan cukup melelahkan.

“Proses yang alot dan lelah itu akan ada tugas besar untuk lakukan pemulihan partai golkar di Kabupaten Manggarai,” katanya.

“Pa Yoakim harus bisa memahami berbagai proses ini, pulihkan hubungan antar-kader,” tambahnya lagi.

Ia mengatakan pesoalan yang sangat menganggu dalam mengurus organisasi khususnya partai adalah urusan keuangan.

“Urusan keuangan itu harus sungguh menjadi perhatian dalam mengelolah Partai Golkar ke depan,” katanya.

Frans juga mengucapkan terima kasih kepada mantan Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai Simprosa R. Gandut.

Hal itu kata dia, karena melalui diskusi yang cukup panjang akhirnya merelakan kursi Ketua Golkar Manggarai kepada Yoakim Y. Jehati.

Namun ia menegaskan, Yokim bukan karena diarahkan oleh siapa-siapa. Namun itu karena dianggap menjadi kader terbaik kedua di Partai Golkar karena sebelumnya menjabat sebagai sekretaris.

Ia juga mengingatkan kepada ketua terpilih agar mejaga hubungan baik, ke depan, ke belakang, ke atas dan ke samping.

“Yang dipertimbangkan betul adalah sinkoronisasi kepentingan tingkat atas dan tingkat bawah,” tutup Frans.

Penulis: Peppy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Golkar Golkar Manggarai Manggarai
Previous ArticleDukung Pelaku UMKM, Pemkab Belu Siapkan 33 Miliar
Next Article Dua Karyawan UD Sama Jaya Diduga Dipecat Tanpa Alasan

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.