Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Klarifikasi Ketua DPRD Kota Kupang Terkait Beredarnya Rekaman Suara yang Barbau SARA
Regional NTT

Klarifikasi Ketua DPRD Kota Kupang Terkait Beredarnya Rekaman Suara yang Barbau SARA

By Redaksi30 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe saat memberikan keterangan pers, Minggu, 30 Mei 2021
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengklarifikasi terkait beredarnya rekaman suara yang sempat viral di media sosial, Sabtu, 29 Mei 2021, kemarin.

Kepada wartawan, Minggu (30/05/2021) malam, Yeskiel Loudoe mengatakan apa yang dipublikasikan baik dalam bentuk foto mau rekaman suaranya tidak berniat untuk melecehkan agama Katolik.

“Itu adalah percakapan saya dengan teman-teman media dalam menjawab pertanyaan tentang pendemo yang datang, tapi tidak memiliki identitas (KTP) yang jelas dan tidak memiliki izin dari kepolisian,” katanya.

Namun kata Yeskiel, yang sangat disayangkan, rekaman suara itu diedit oleh orang yang mempunyai indikasi untuk menciptakan suasana kisruh di tengah masyarakat Kota Kupang.

“Saya peribadi tidak mempunyai niat untuk melecehkan agama Katolik,” tegasnya.

Yeskiel menegaskan, dirinya adalah bagian dari umat katolik. Sebab, sebagian keluarganya adalah umat Katolik

“Karena Yeskiel Loudoe
adalah bagian dari umat katolik. Saya perlu sampaikan kepada teman-teman wartawan, Sebagian keluarga Loudoe adalah umat Katolik. Saya tidak punya niat untuk melecehkan,” katanya.

Karena itu, sebagai Ketua DPRD Kota Kupang, dan atas nama keluarga, ia menyampaikan permohonan maaf atas apa yang diucapkannya.

“Saya menyatakan secara peribadi, sebagai ketua, dan keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya.

Yeskiel juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan umat katolik dan segenap umat katolik.

“Mulai dari Bapak Uskup, Bapak Pastor, dan para tokoh etnik Flores dan segenap umat katolik,” ucapnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD Kota Kupang Kota Kupang
Previous ArticleBeredar Rekaman Suara Diduga Ketua DPRD Kota Kupang, Anggota: Bukan Atas Nama Lembaga
Next Article Upaya Jasa Raharja NTT untuk Tingkatkan Pelayanan dengan Mitra Strategis di Alor

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.