Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Ketua Wilayah VII dan Dua Pengurus KUB Gereja St. Fransiskus dari Assisi Kolhua Dilantik, Ini Pesan Pastor Paroki
KOMUNITAS

Ketua Wilayah VII dan Dua Pengurus KUB Gereja St. Fransiskus dari Assisi Kolhua Dilantik, Ini Pesan Pastor Paroki

By Redaksi12 Agustus 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pastor Paroki, RD Longginus Bone, Pr, saat melantik Badan Pengurus Komunitas Umat Basis (KUB) St. Benediktus dan KUB St. Rafael, serta Ketua Wilayah VII, Jumat, 12 Agustus 2022 (Foto: Tarsi Salmon/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Badan Pengurus Komunitas Umat Basis (KUB) St. Benediktus dan KUB St. Rafael, serta Ketua Wilayah VII Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua resmi dilantik Pastor Paroki setempat, RD Longginus Bone, Jumat (12/08/2022) malam.

Acara pelantikan tersebut berjalan aman, damai dan lancar yang diramaikan koor pendukung dari umat paroki setempat.

Pastor Longginus Bone dalam homilinya pada perayaan ekaristi pelantikan itu, menekankan soal persekutuan yang solider.

“Malam hari ini kita jumpai di sini, untuk bersama-sama bersyukur sekaligus mohon berkat Tuhan atas segala anugrah dan cinta Tuhan yang begitu besar bagi kita sekalian. Lebih khusus bagi pengurus yang akan menjadi pelayan,” ucap Pastor Dus demikian ia disapa.

Pastor Dus mengatakan, menjadi pelayan berarti menjadi murid kristus. Menjadi murid kristus adalah harus rendah hati, harus mampu bekerja sama dengan sesama.

“Dan harus belajar dari pribadi Kristus yang ke dunia ini bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani,” ujarnya.

Ia berharap kiranya pengurus baru yang baru dilantik tersebut bisa menghadirkan suka cita, dan kedamaian dalam hidup kebersamaan, khususnya di wilayah VII itu.

“Walaupun hanya di sekitar sini, tetapi saya lihat ada kekompakan yang sangat luar biasa. Itu yang harus dipupuk dan ditingtkan,” harap Pastor Dus.

Ia juga berharap sebagai pengurus harus mempunyai kerendahan hati untuk menjemput “bola”.

“Kehadiran kita harus menjadi berkat bagi sesama, baik itu lewat pikiran, lewat perkataan, terutama lewat tindakan kita. Marilah kita menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kita,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu juga, Pastor Dus menyampaikan terima kasih kepada pengurus yang telah bersedia untuk menjadi pengurus, baik di tingkat wilayah maupun di KUB.

“Selamat menjalankan tugas ini dengan penuh suka cita dan jangan lihat ini suatu beban, tetapi ini suatu pekerjaan yang mulia yang perlu dijalankan. Perlu ada keseimbangan antara rohani dan jasmani,” kata Pastor Dus.

Sementara itu, Ketua Dewan Pastoral (DPP) Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Adrianus Ceme mengatakan, menjadi pengurus adalah sebuah panggilan.

Menurutnya, pelantikan itu bukan hanya sekadar seremonial biasa, tetapi pelantikan ini bermakna bagi semua pihak.

“Malam ini saudara sekalian dilantik untuk menerima tugas yang diberikan paroki,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat dan profesiat kepada pengurus yang baru saja dilantik.

“Malam ini kita sama-sama menyaksikan pelantikan Ketua Wilayah VII serta pengurus dua KUB. Tugas kita ini bukan karena orientasi bisnis atau upah dan lain sebagainya. Tapi panggilan,” katanya.

Ia menambahkan, apapun tugas yang diberikan oleh Gereja, itu merupakan panggilan hidup.

“Kita bagian daripada umat sebagai gereja Katolik dan juga bersama imam yang berkarya di Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua,” pungkasnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua
Previous ArticleKonflik Lahan Antara Gendang Limba dan Pawu di Manggarai Tidak Berujung, Disarankan Tempuh Jalur Hukum
Next Article Alasan Jasa Raharja Lakukan Pencegahan Kecelakaan Sejak Dini

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.