Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Menlu RI Kenakan Baju Motif Songket Manggarai di Sidang Majelis Umum PBB
Seni dan Budaya

Menlu RI Kenakan Baju Motif Songket Manggarai di Sidang Majelis Umum PBB

By Redaksi28 September 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Potret Menlu Retno Marsudi mengenakan pakaian motif songket Manggarai NTT di Sidang Majelis Umum PBB
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Masyarakat NTT patut berbangga, sebab berbagai warisan kekayaan intelektual oleh nenek moyang terdahulu, kini dalam beberapa kesempatan dapat tembus hingga ke level internasional melalui momentum yang bergengsi pula.

Tenun Ikat NTT sebagai salah satu simbol kebudayaan lokal NTT yang merupakan salah satu kekayaan intelektual nenek moyang di bumi Flobamorata terus diperkenalkan di seluruh dunia melalui berbagai ajang, seperti beragam event Fashion Week yang mendunia, dipakai pula oleh para pemimpin-pemimpin dunia negara-negara Asean dalam momentum Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo pada Mei 2023 lalu.

Terbaru dipakai oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sekaligus mempromosikan kain tenun songket Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-78 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Sabtu (23/9/2023).

“Hari ini, saya mengenakan kain tradisional dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia,” kata Retno kala membuka pidato tersebut, yang dikutip dari akun Instagram pribadi miliknya.

Menlu Retno tampak mengenakan busana dari kain tradisional Kabupaten Manggarai NTT, yang bernuansa pink cerah.

Potret Menlu Retno Marsudi mengenakan pakaian motif songket Manggarai NTT di Sidang Majelis Umum PBB

Terdapat corak biru dan kuning pula dalam motif kain tenun yang digunakan oleh Menlu Retno.

Selain mempromosikan tenun motif NTT yang dikenakannya, Retno juga memamerkan pakaian yang dipakai para delegasi RI dalam pertemuan tersebut.

Dia berujar para perwakilan Indonesia yang hadir turut mengenakan kain tradisional namun berbeda-beda guna mewakili keragaman budaya Indonesia.

“Delegasi saya mengenakan kain tradisional yang berbeda, mewakili keragaman lebih dari seribu etnis di Indonesia. Kami beragam, tetapi kami adalah satu,” ucap Retno bangga disambut tepuk tangan hangat dari delegasi negara-negara lain yang hadir pada moment tersebut.

Menlu Retno hadir dalam Sidang Majelis Umum ke-78 PBB di New York mewakili Presiden Joko Widodo.

Dalam pidatonya, Retno menyinggung beragam persoalan mulai dari masalah Myanmar, Palestina, hingga Afghanistan.

Retno berulang kali menekankan relevansi semangat Bandung dalam momen tersebut.

Menurutnya, semangat Bandung “memungkinkan Indonesia untuk mendengarkan dan menjadi bagian dari solusi.”

Pada kesempatan yang berbeda, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake, saat ditemui di Ruang Kerjanya (26/09), mengaku bangga juga mengapresiasi potret Menlu Retno Marsudi yang telah memperkenalkan Tenun Ikat NTT dalam Sidang Majelis Umum ke-78 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York yang lalu.

“Saya sangat bangga juga turut memberikan apresiasi kepada Menlu Indonesia, Ibu Retno Marsudi yang telah berkenan menggunakan juga turut mempromosikan Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur pada Sidang Majelis Umum PBB di New York,” ujar Ayodhia.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk merawat, menjaga dan melestarikan tenun ikat NTT yang juga merupakan warisan dari para leluruh.

“Ini adalah harta tak ternilai yang harus kita lestarikan dan jaga baik-baik,” tambah Ayodhia.

Khusus generasi muda yang merupakan generasi penerus bagi bumi Flobamorata tercinta, ia menekankan bahwa sudah sepatutnya berbangga, serta turut berkontribusi dan mengambil bagian dalam melestarikan dan mempromosikan kepada dunia luar akan kekayaan intelektual warisan dari nenek moyang terdahulu melalui berbagai event baik lokal, nasional bahkan internasional. [VoN]

Kain Songket Manggarai Menlu Retno Marsudi Menlu RI Sidang Majelis Umum PBB
Previous ArticleDiduga Banyak Mafia, Proyek APBD di Reok Barat Diangkat dalam Sidang Paripurna DPRD
Next Article “Prahara” Pembangunan Rumah Bantuan Seroja, Honor Bupati Malaka Disebut Paling Tinggi

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.