Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Menyingkap Sekilas Tema Natal Tahun 2024
Gagasan

Menyingkap Sekilas Tema Natal Tahun 2024

By Redaksi1 Januari 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Prof. DR. Frans Bustan,M.Lib
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Sebuah Tilikan Linguistik)

Oleh: Fransiskus Bustan
Dosen FKIP Undana Kupang

Perayaan Natal 2024 memang sudah kita lalui beberapa hari silam, namun resapan harapan yang diisyaratkan melalui tema yang diusungnya, “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”, niscaya masih mengiang di kuping setiap umat Kristiani.

Mengapa? Karena tema tersebut begitu unik dan menarik jika dibedah dan dikuliti secara cermat dan saksama ditilik dari perspektif linguistik atau ilmu bahasa.

Ditilik secara khusus dari perspektif linguistik, bentuk tekstual satuan kebahasaan sebagai unsur bawahan yang membentuk tema tersebut memang tampak singkat dalam struktur mukaan.

Meskipun demikian, esensi isi pesannya padat makna karena bergayut dengan konteks situasi peristiwa sejarah kelahiran Yesus Sang Juru Selamat di sebuah kota kecil bernama Betlehem.

Karena konteks selalu hadir mendahului teks, tema itu hadir karena adanya konteks kelahiran Yesus Sang Juru Selamat di Betlehem.

Karena itu, tema tersebut tidak dilihat sebagai sebuah bongkah sintaksis lepas konteks sesuai kaidah yang berlaku dalam analisis wacana linguistik.

Sesuai kenyataan bentuk tekstual satuan kebahasaan yang tampak secara fisik dalam struktur mukaan, tema perayaan Natal tahun 2024 tampil sebagai sebuah kalimat ajakan yang ditandai dengan penggunaan kata ‘marilah’. Kata ini merupakan hasil perpaduan kata ajakan ‘mari’ dan partikel ‘–lah’ yang kehadirannya menyebabkan ajakan itu terasa lebih bersifat persuatif.

Penggunaan partikel ‘-lah’, selain mengandung keindahan bentuk dalam struktur mukaan, juga mengundang kenikmatan inderawi ketika tema itu dituturkan dan disimak. Seandainya partikel ‘-lah’ dilesapkan atau dihilangkan, aspek kenikmatan inderawi tidak begitu menyengat rasa ketika dituturkan.

Selain penggunaan partikel ‘-lah’ sebagai penanda ajakan, karakteristik bentuk tekstual satuan kebahasaan yang digunakan dalam tema tersebut sangat unik dan menarik ditilik dari struktur gramatikal.

Keunikan aspek struktur gramatikal ditandai dengan posisi kata (adverbia) ‘sekarang’ sebagai keterangan waktu yang berfungsi pemarkah temporal.

Kata (adverbia) ‘sekarang’ sebagai keterangan waktu yang berfungsi pemarkah temporal tidak diletakkan pada posisi akhir kalimat sesudah keterangan tempat ‘ke Betlehem’ sebagai adverbia pemarkah lokatif yang menyatakan tujuan verba tindakan ‘pergi’ sebagai predikat.

Kata (adverbia) ‘sekarang’ justru diletakkan pada posisi tengah antara kata ‘marilah’ sebagai pemarkah ajakan dan kata ‘kita’ sebagai pronomina persona pertama jamak yang berfungsi sebagi subjek kalimat tersebut.

Pengedepanan posisi kata (adverbia) ‘sekarang’ bertujuan menegaskan makna pesan tentang aspek kewaktuan dari verba tindakan ‘pergi’ ke Betlehem sebagai keterangan tempat tujuan.

Karena berfungsi menegaskan, tidak heran kata (adverbia) ‘sekarang’ menggunakan intonasi menaik ketika dituturkan sehingga dirasakan kenikmatan inderawi ketika disimak pendendar sebagai pihak penerima pesan.

Penegasan itu mengingatkan ‘kita’ sebagai umat Kristiani dalam kapasitas peran sintaksis sebagai subjek kalimat agar jangan menunda lagi kepergian ke Betlehem menyambut kedatangan Yesus Sang Juru Selamat karena Dia sudah lahir di sebuah palungan sederhana beralas jerami di sebuah kandang domba.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita umat Kristiani pergi ke Betlehem sembari menikmati kesederhanaan sebagai mahkota keindahan dalam bingkai iman Kristiani. Semoga …

Frans Bustan Fransiskus Bustan
Previous ArticleMari Beralih dengan Langkah yang Pasti
Next Article Tabe Natal agu Ntaung Weru

Related Posts

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.