Kota Kupang, VoxNtt.com-Sebanyak 4000 lebih sekolah dinyatakan belum terakreditasi dari total 8000 sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Data dari website resmi pemerintah provinsi NTT melansir tahun ini hanya 532 sekolah yang terakreditasi. Fakta itu terungkap saat pleno hasil visitasi dan monitoring serta evaluasi yang dilakukan Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah NTT, Rabu (10/8) di Hotel Pelangi Kupang beberapa waktu lalu. Pleno itu dipimpin Ketua Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah NTT, Simon Riwu Kaho. Hadir juga anggota badan akreditasi dan asesor. Dijelaskan Simon, untuk tingkat SD, mendapat kuota 306 sekolah. Namun, ada tiga SD yang tidak mempersiapkan diri dan dinyatakan mengundurkan…
Penulis: Redaksi
Kupang, VoxNTT.com-Predikat jawara korupsi secara nasional masih disandang Provinsi NTT sampai tahun 2015 lalu. Setelah menjadi provinsi jawara gizi buruk dan kurang gizi, NTT juga menyandang predikat sebagai jawara korupsi nasional. Hasil penelitian yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, menempatkan NTT berada pada peringkat kedua di bawah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai provinsi paling korup di Indonesia selama semester pertama tahun 2015. “ICW menemukan bahwa Sumatera Utara dan NTT menjadi provinsi paling korup di semester pertama 2015. Hal tersebut hasil dari melakukan pemantauan terhadap penanganan kasus korupsi di wilayah Sumatera Utara dan NTT,” kata peneliti Divisi Investigasi…
Kupang, VoxNTT.com-Bertepatan dengan kehadiran Presiden Jokowi pada acara puncak Hari Keluarga Nasional (Hargnas) ke-23 di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Sabtu, 30/07/2016), sejumlah elemen pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Keadilan dan Kemanusiaan (Forpekk) NTT, mendesak Jokowi untuk menetapkan human trafficking sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Aksi demonstrasi di depan Polda NTT ini merupakan bentuk kepedulian pemuda atas kejahatan human trafficking yang sekarang makin meningkat di Provinsi NTT dan Indonesia umumnya. Ketua GmnI cabang Kupang, Leonardus Liwun, sebagai kordinator umum aksi tersebut menyatakan maraknya kasus human trafficking di NTT merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh dipandang sebelah…
Oleh: Irvan Kurniawan Setiap hari, melalui media masa kita selalu disuguhkan berbagai kasus kejahatan yang makin candu dilakoni remaja. Lingkungan, perkembangan teknologi dan informasi disebut-sebut sebagai faktor kemunduran nilai yang merasuki mentalitas remaja. Lewat pergaulan, TV, film, sinetron, internet dan media sosial pengaruh-pengaruh seperti budaya kekerasan, hedonisme, dan pragmatisme mengalir tanpa filter ke dalam pikiran, lalu secara berlahan mengonstruksi cara berpikir, mengubah kebiasaan, serta menjadi karakter. Banyak keluarga yang mungkin sedang dirundung duka bahkan terjangkit frustrasi, mengapa anaknya yang masih remaja suka tawuran, keluar malam, rokok, miras, seks bebas, bahkan kecanduan narkoba. Fungsi kontrol dan pendidikan keluarga dikeluhkan sudah tidak…
Oleh: Andre Jasmin Dalam dunia pendidikan tercatat tiga komponen penting yang sangat berpengaruh yakni orang tua sebagai lembaga keluarga, masyarakat mewakili lingkungan dan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Idealnya, proses pendidikan akan berjalan secara integral jika ada kerja sama antara keluarga, masyarakat dan sekolah sebagai media transfer of knowledge and valuebagi siswa. Disfungsi peran antara ketiga lembaga ini adalah salah satu alasan mengapa menteri pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy menggelontorkan ide full day school yang akhir-akhir ini menuai kontroversi. Salah satu alasan menurut Pak menteri adalah agar anak tidak sendiri ketika orang tua masih bekerja. Namun sayangnya, kebijakan ini tidak…
Oleh: Irvan Kurniawan “Lebih baik tak menjadi apa-apa dari pada mendapat suatu posisi atau jabatan tapi tak mampu berbuat sesuatu. Lebih baik tidak mengetahui apa-apa dari pada tahu tapi tak bisa berbuat sesuatu. Pada akhirnya, masuk dalam sistem hanya akan menjadi bagian dari sistem kejahatan itu sendiri untuk menyembunyikan keadilan dan merekayasa kebenaran” Itulah ungkapan pesimisme penulis yang lebih tepatnya disebut risalah dalam negeri yang penuh konsiprasi mafia trafficiking. Manusia tidak hanya ditindas, diperbudak, dijajah tetapi juga diperjualbelikan seperti hewan. Tanah ini tak hanya dikenal rintihan si miskin menjerit tetapi juga ladang pembantaian manusia. Nyawa demi nyawa telah hilang meninggalkan…
Oleh: Yusta Roli Ramat Kualitas pendidikan merupakan persoalan banal di Indonesia. Banalitas kualitas pendidikan terjadi di semua level mulai dari jenjang pendidikan terendah yaitu PAUD hingga ke jenjang pendidikan tertinggi di perguruan tinggi. Praktik negatif yang terjadi dalam dunia pendidikan merupakan persoalan serius dan mendasar. Sebab, jika pendidikan dianggap sebagai parameter peradaban sebuah bangsa maka kualitas sumber daya manusia menjadi agenda penting yang harus dikerjakan dan karena itu laik didiskusikan. Sebagai sebuah lembaga, pendidikan menjadi institusi terpenting dan paling bertanggung jawab dalam meningkatkan Sumber daya manusia. Sebab kualitas generasi penerus bangsa sangat tergantung pada kualitas pendidikan itu sendiri. Data menunjukan…
Oleh: INOSENTIUS MANSUR Sebentar lagi, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyelenggarakan pesta demokrasi elektoral bernama pilkada. Sejurus dengan itu, para calon pemimpin mulai rajin “tebar pesona”. Politik tebar pesona ini bukanlah sekadar cara agar dapat “bersua” muka, beradu pandang dengan rakyat. Lebih dari itu, “tebar pesona” merupakan cara “cari muka” agar mampu menarik simpati rakyat. Kini, mereka sudah mulai melakukan pendekatan langsung, mencari dan meminta doa restu serta dukungan dari rakyat. Mereka mengorbankan waktu dan tenaga hanya untuk bersafari politik agar dikenal dan dikenang rakyat. Tentu saja dengan harapan mereka nanti bisa terpilih. Jebakan Politik “Lidah Tak Bertulang” Saya…
Kupang, VoxNTT.com – Diskriminasi pemberian beasiswa untuk kategori mahasiswa, terjadi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beasiswa dengan nominal 3 miliar rupiah yang sebenarnya diperuntukkan kepada mahasiswa dari keluarga tidak mampu justeru dinikmati mahasiswa dari keluarga berada. Ironisnya lagi, mereka yang mendapat beasiswa tersebut adalah anak-anak orang kaya dan pejabat yang notabene memiliki akses ke pemerintahan di kota tersebut. Pengungkapan peyelewengan alokasi dana beasiswa tersebut diungkapkan oleh Fraksi Partai Hanura dan Gerindra di DPRD Kabupaten Kupang. Atas peristiwa tersebut, Ketua Fraksi Hanura, Anton Natun, meminta Bupati Kabupaten Kupang , Ayub Titu Eko, agar menarik kembali beasiswa…
*Adriano Weter Dekorasi Ada banyak bekas luka Aku dekorasi untuk menutupinya Agar pelangi kembali muncul di matanya Sehingga dia tak larut dalam duka Jejak Langkahmu cepat tak dapat dikejar Pergi jauh ke pelosok lorong terluar Hanya nama yang tercetak di dinding kamar Itupun samar samar dari mata yang nanar Sebab kau penuh bilur luka dan memar Tersebar , membekas disekujur tubuh yang kekar Tenda Keramat Diskusi senja yang telat Malam dan Pagi merambat dengan cepat Hingga senja kembali sodorkan kopi hitam pekat Untuk temani kami bercumbu kabut Tenda keramat… Diatasmu kau tawarkan rasa hangat Diatasmu polemik negri menjadi kerabat Setumpuk…
