Penulis: Redaksi

Kupang, Vox NTT- Christin Banase dan Alvino Latu terpilih sebagai ketua dan sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang periode 2021-2023. Keduanya terpilih dalam agenda Konferensi Cabang (Konfercab) GMNI Kupang yang berlangsung di Aula Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Senin (01/11/2021) dini hari. Sebelumnya, pada 28 Oktober lalu, Konfercab tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Imanuel Cahyadi. Melalui proses persidangan yang berlangsung cukup alot, akhirnya Christin Banase dan Alvino Latu terpilih sebagai ketua dan sekretaris GMNI Cabang Kupang periode 2021-2023. Keduanya merupakan pasangan calon yang diusung dari angkatan XXIX GMNI Cabang Kupang. Mereka terpilih secara…

Read More

Kupang, Vox NTT – Sebanyak lima orang mahasiswa asal Nagekeo yang mengenyam pendidikan di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dianiaya oleh sekelompok orang tidak dikenal hingga mengalami luka. Kelima korban itu masing-masing berinisial, MKPW, FDFM, MEB, TETL, dan FK. Korban MEB yang juga sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Asal Negekeo (Permasna) Kupang mengaku, akibat dipukul orang tidak dikenal ia mengalami bengkak di rahang kanan dan luka di pipi bagian kanan. “Saya mengalami bengkak di rahang bagian kanan kakak dan luka di pipi bagian kanan. Hanya sekarang membaik karena ada kompres kakak,” kata MEB kepada VoxNtt.com, Senin (01/11/2021).…

Read More

Oleh: Ardy Abba Belum lama ini, flyer infografis Kompaspedia tentang korupsi dana desa beredar luas di jagat maya. Dalam grafis tersebut menyodorkan jumlah korupsi dana desa di Indonesia yang mencapai ratusan miliaran rupiah sejak tahun 2015 hingga 2019. Tahun 2015, misalnya, kerugian negara akibat korupsi dana desa sebesar Rp9,12 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 17. Tahun 2016 naik sebesar Rp10,4 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 48. Lalu, tahun 2017 naik lagi menjadi Rp39,3 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 98. Selanjutnya, tahun 2018 sebesar Rp37,2 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 96. Tahun 2019 sebesar Rp32,3 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 46.…

Read More

Oleh: Onis Dembo Surat kepada Kawan  Setelah kopi manis disuguhkan pada kehangatan Sebatang rokok menjadi teman perbincangan kita Aksara menatap masa lalu yang telah membungkam Sekian waktu yag berlalu di balik rintik itu Sembari seusang candaan kembali berlabuh Berlayar pada kesepian tempat kita berbagi rasa Seuntaian jeda berpapasan pada halaman kosong Dinding tua memberikan senyuman kepada sesobek kertas itu Kawan… di seberang sana persimpangan itu memutar kehampaan Usai kita pergi ke pondok tua dan bertnya pada kebisuan Mungkinkah sebutir hujan dapat membalas suratku kawan Sejenak kita menangis dan berpaling pada kenangan yang manis Kisah yang bertabur kelam menggoreskan luka Semi…

Read More

Elegi Negeri Negeri ini adalah sisa kumpulan tetes air mata Keringat masih basah Darah membekas di tugu prasasti Ratapan tak kenal hari dan malam Rayuan bersama musim hal biasa harapku semoga damai terus mengalir Namun masih tersumbat janji kapitalisas Jadikan negeri ini rumah tinggal yang layak Tapi engkau biarkan air mata jatuh Basahi lorong hidup tanpa henti Gumtree, Zimbabwe, 31/10/2021. Yohanes Mau Senja Semilir senja bangunkan aku lagi Kepada batas hari aku dihantar masuk di dalam sunyi yang paling sunyi dan menjangkau yang tak terjangkau Di sana kautidurkan hatiku dengan cinta hingga aku lupa pulang, Bersama waktu kucoba panggil pulang…

Read More

Atambua, Vox NTT- Kegiatan renovasi rumah jabatan (rujab) pimpinan DPRD Belu (Ketua, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II) menuai kontroversi dan penilaian minus dari kalangan masyarakat. Renovasi rujab pimpian DPRD Belu menjadi sorotan karena menelan anggaran Rp1,2 milar untuk renovasi tiga rumah. Menjadi sorotan dan menuai polemik juga karena renovasi dilakukan saat masyarakat tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19. Selain, Belu sedang kesulitan keuangan daerah sebagai akibat dari minusnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akibatnya, terjadi defisit APBD mencapai Rp54 miliar lebih. Sayangnya, di tengah kondisi tersebut pemerintah melalui Sekretariat DPRD Belu malah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk pembuatan pagar…

Read More

Menia, Vox NTT- Tim Buser Polres Sabu Raijua di bawah pimpinan Bripka Krisno Ratuloly membekuk terduga pelaku perjudian Dadu Goyang Didimus Hau Habba alias Maholo, Jumat (29/10/2021). Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua Iptu Markus y. Foes mengatakan, Maholo dibekuk tim Buser di Raijeru, Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, sekitar pukul 16.25 Wita. Maholo sendiri merupakan warga RT 09, RW 05, Dusun 3, Desa Keduru, Kecamatan Sabu Timur. “Pada hari Jumat tanggal 29 Oktober 2021 sekitar pukul 16.25 Wita bertempat di Raijeru, Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sarai, Tim Buser Polres Sarai di bawah pimpinan Kanit Buser Bripka Krisno Ratuloly…

Read More

Ayah Oleh: Vinsenzo Mbetefr Ayah… jangan bertanya kepadaku mengapa aku menulis puisi ini untukmu… Jujur bahkan sepertiga malampun aku masih saja bertanya kapan kita kembali bersua… Ayah… Padamu ketemukan secuil hikmah yang tak pernah termakan oleh ngengat… Dan dalam diammu kau banyak mengajarkanku arti sebuah pengorbanan… Aku sebenarnya tak cukup paham tentang semuanya itu… Namun, setelah kepergianmu, aku sadar bahwa setiap sajak yang tertumpah dalam nasihatmu ternyata berharga bagiku… Ayah… Maafkan aku, jika puisiku mengusik kedamaianmu… Aku hanya ingin melihatmu sekali lagi… Andai saja surga bisa dimasuki setiap insan tanpa syarat… Akulah orang pertama yang akan…

Read More

Sebaris Senja Kau adalah sebaris senja Yang kuintip di akhir masa Dalam jingga yang merona Dan berjalan di akhir masa Bila kutulis dalam sebuah kata Kau adalah jeda di antara ribuan makna Saat aku tak dapat lagi membuat prosa Di  akhir kata sebuah cerita Jarum Waktu Kaki tak mau melangkah Aku berdasi ataukah aku jadi tahanan polisi Sungguh aneh pejabat masa kini Hidup santai duduk di kursi empuk Baju berpangkat dan berdasi Namun sayang kau tikus yang paling kejam Indonesia saat ini Bukanlah tanah pertiwi Hanyalah pulau korupsi Orang miskin rasanya tersakiti Kapankah datangnya…

Read More

Oleh: Pati Umbu Deta Postingan Pertama Pada halaman pertama Kutulis sebuah  sebuah puisi Tentang derita pandemi kapan kiranya penderitaan di bumi berlalu? sudah muakkah dirinya dengan kisah manusia? permainannya terus bergulat dengan jiwa jiwa lain berpulang pada alam kekal yang lain dihantarkannya ke medan perang lautan bimbang dan ragu menyelimuti kalbu pengampunan kami haturkan pada semesta kiranya semesta dan waktu berhenti bermain tangisan bersahutan di ujung lorong hidup sumpah serapah terselip menyalahkan sesama ketika bernafas begitu menyakitkan memeluk kematian menjadi keharusan menyerah atau bertahan hanya waktu yang berbicara ternyata kejammu membalaskan egois kami selama ini. Pada halaman kedua Kutitipkan sebuah…

Read More