Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jelajahi Wisata Budaya di Pulau Sumba
Ekbis

Jelajahi Wisata Budaya di Pulau Sumba

By Redaksi28 September 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Sumba, VoxNtt.com-Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur memiliki aneka wisata budaya yang sangat eksotik. Mengawali perjalanan wisata di bumi Marapu Sumba Barat, Anda akan disuguhkan masyarakat yang mendiami perkampungan-perkampungan adat yang dikelilingi pagar-pagar batu yang tersusun rapih di atas puncak-puncak bukit. Fenomena tersebut erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat purba yang diwarnai dengan pertikaian antar suku.

Saat perjalanan wisata menelusuri perkampungan adat, Anda akan menyaksikan kemegahan kuburan Batu Megalitik. Kepercayaan Marapu menyakini bahwa rumah dan kuburan batu adalah simbol kehidupan dan kematian. Lokasi perkampungan adat dapat dijumpai di semua kecamatan.

Pasola
Pasola adalah salah satu bentuk ritual budaya kebanggaan masyarakat Sumba Barat.
Pada saat pelaksanaan Pasola, kedua kubu yang berlawanan secara adat dengan cara menunggang kuda sambil yang sedang berlari kencang mengejar dan melempari lawan dengan sebatang kayu / tombak. Keberhasilannya ditandai dengan tetesan darah yang mengalir dari tubuh lawan. Apabila ada kecelakaan dalam pertandingan tersebut maka tidak ada sangsinya. Pasola digelar secara ketat sekali dalam setahun di bulan Pebruari berawal dari Kodi, Lamboya, Gaura dan kemudian berakhir di Wanokaka pada bulan Maret.

Wulla Podu
Wulla Podu disebut juga dengan Bulan Pemali merupakan suatu ritual budaya yang sangaat misterius, unik, dan menarik. Ritual Wulla Podu yang digelar secara ketat dan sakral selama bulan Nopember setiap tahun berawal dari kemah suci di kampung Tarung yang disebut dengan Uma Rowa Uma Kalada. Pelaksanaan Wulla Podu ditandaai pula dengan adanya larangan-larangan tidak boleh meratapi orang mati, tidak boleh membunyikan bunyi-bunyian dan tidak boleh menyelenggarakan pesta. Pada puncak penyelenggaraan ritual Wulla Podu di tandai pula dengan digelarnya atraksi kesenian dan berbagai permainan rakyat. Lokasi pelaksanaan Wulla Podu yakni di kampung Tarung yang terletak di tengah kota Waikabubak dan Kampung Bondo Maroto kurang lebih 30 menit kearah Utara kota Waikabubak.

Bijalungu Hiupaana
Bijalungu Hiupaana merupakan nama sebuah gua alam yang terletak di Desa Taramanu, Kecamatan Wanokaka sekitar 18 km dari kota Waikabubak. Setiap tahun, tepatnya pada bulan Januari di tempat ini digelar event Bijalungu Hiupaana yaitu upacara sakral marapu yang dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, pemurnianan diri, memprediksi hasil panen yang akan datang serta untuk mempersiapkan alat-alat pertanian. Upacara ini di rayakan dengan mempersembahkan makanan dan minuman berupa hewaan kerbau, babi, dan ayam seraya melantunkan nyanyian, tarian dan kalimat-kalimat magis marapu.

Purunga Taliang Marapu
Purunga Taliang Marapu merupakan ritual budaya yang bernuansa sakral. Ritual budaya ini diselenggarakan sekali dalam setahun dalam bentuk doa dan persembahan kepada dewa Marapu. Ritual ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memprediksi hasil panen yang akan datang. Dalam pelaksanaan upacara ini digelar pula aneka tarian, aneka nyanyaian yang berisikan petuah / wejangan. Wilayah pelaksanaannya pada desa Umbu Pabal, kecamatan Katikutana sekitar 38 km dari ibukota Waikabubak. Berlangsung selama 4 hari pada minggu pertama bulan Oktober.

Tarian daerah Sumba
Hampir disemua kecamatan mempunyai tarian daerah antara lain Kataga, Woleka, Gaza, Nego, Dokale, Elang, dll. (VoN)

Sumba Timur
Previous Article“Suri Ikun”, Cerita Rakyat Dari Pulau Timor Tentang Ketulusan
Next Article Mengenal Budaya Rote, Pulau Terluar Indonesia

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.