Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gagal Merunduk, Produksi Padi Menurun 50 Persen
NTT NEWS

Gagal Merunduk, Produksi Padi Menurun 50 Persen

By Redaksi1 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

“Musim panen kali ini dipastikan gagal panen. Ini berbeda dengan musim sebelumnya. Kami kesulitan mencari obatnya. Padi gagal merunduk dan buah padi tidak berisi,” aku Frans kepada VoxNtt.com

Ruteng, VoxNtt.com– Sejumlah petani di kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-Flores, Nusa Tenggara Timur mengaku produksi padi musim panen kali ini menurun hingga 50 persen. Penurunan produksi tersebut dikabarkan lantaran padi di sawah mereka gagal merunduk.

Para petani mengaku, pada musim tanam kali ini sebagian besar padi tidak merunduk walau berbuah namun gagal berisi.

Kegagalan ini disebabkan serangan penyakit yang sampai saat ini belum diketahui namanya. Namun dari tanda-tanda, padi yang baru mekar tiba-tiba memutih. Setelah beberapa saat padi pun tampak lurus dan tidak merunduk.

Fransiskus Sabin, salah seorang petani di Desa Golo Lembur-Lamba Leda mengaku, wabah penyakit yang menyerang padi pada musim tanam kali ini membuat ia kesulitan mencari obat yang tepat.

Di awal musim ini, kata dia, padi-padi tumbuh normal dan sangat subur. Namun, saat hendak mekar padi mulai memutih dan gagal merunduk.

“Musim panen kali ini dipastikan gagal panen. Ini berbeda dengan musim sebelumnya. Kami kesulitan mencari obatnya. Padi gagal merunduk dan buah padi tidak berisi,” aku Frans kepada VoxNtt.com, Senin (31/10/2016).

Saat melihat padi gagal merunduk Frans pun sangat menyesal. Sebab tentu saja dirinya dan para petani lain rugi tak sesuai dengan biaya produksi.

“Kami sudah putus asa. Penyemprotan atau pengobatan dengan berbagai obat pun tidak menghasilkan. Biaya pun makin membengkak sementara hasilnya sangat mengecewakan,” ujar Frans.

Senada dengan Frans, Marten Banja, petani lain mengaku, pihaknya kesulitan mencari obat yang tepat untuk memberantas penyakit padi yang hingga gagal merunduk itu.

Selain karena jauh dari pusat kota yang menjual obat-obatan pertanian, Marten juga mengaku tak punya biaya untuk memberantas penyakit tersebut dengan menggunakan bahan kimia.

Melihat kondisi padinya yang diperkirakan mengalami produksi sekitar 50 persen dari musim panen sebelumnya, Marten hanya pasrah seraya mengharapkan tak gagal total.

Ia mengungkapkan, penyakit putih dan gagal merunduk hampir terjadi setiap padi milik petani di daerah itu. (AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleMenkopolhukam Sediakan Layanan Laporan Pungli Untuk Masyarakat
Next Article Dirut Garuda Indonesia: Labuan Bajo Surganya Dunia

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.