Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Mimpi Rian Pulangkan Keluarganya dari Tanah Rantau
Feature

Mimpi Rian Pulangkan Keluarganya dari Tanah Rantau

By Redaksi1 November 20164 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Keluarga sebagai rahim tempat mimpi-mimpi saya dipupuk, dijaga hingga akhirnya dapat diraih

Labuan Bajo,VoxNtt.com- Sorak tepuk tangan memecah keheningan di ruang Kantor Wicked Diving Labuan Bajo malam itu.

Riuh kendaraan yang melintas di Jalan Soekarno Hatta seakan lenyap oleh semarak suka cita sekelompok penyelam profesional yang baru pulang setelah menempuh kursus selama berbulan-bulan.

Malam itu, Minggu (30/11) Perusahaan Dive yang berbasis di Thailand ini menyambut kepulangan 4 orang pria muda yang telah resmi menjadi divemaster (penyelam professional).

Keempat pria belia ini diantaranya Yetnho Mami, Darius Krisnatalis Jani, Savrianus Jemahan, dan Marianus Tagung.

Mereka nantinya akan menjadi pemandu bawah laut bagi para wisatawan yang hendak melihat keindahan bawah air di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Kemeriahan menjadi semakin lengkap dengan hadirnya beberapa divemaster senior yang turut meramaikan acara penyambutan itu.

Adalah Marianus Tagung, salah satu divemaster baru, tiba-tiba memalingkan perhatian di tengah situasi bahagia itu.

Rian, begitu sapaan akrabnya kontan memantik haru dari para tamu dan juga teman-temannya.

Raut wajah pemuda 19 tahun dari Kampung Lelit Kecamatan Satarmese Barat  itu mendadak berubah. Di parasnya mengalir bulir-bulir air mata yang tak mampu ia bendung.

Anak sulung dari 5 bersaudara ini telah 3 tahun hidup tanpa belaian kasih sayang orang dan saudara-saudaranya.

Ditinggal Keluarga

Empat tahun lalu Ayahnya meninggalkan mereka berenam bersama ibunya lantaran merantau di Kalimantan karena desakan kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi.

Tak berselang lama setelah setahun kepergian sang Ayah, Ibu dan keempat  adiknya pun harus menyusul ke Kalimantan karena tidak ingin hidup berjauhan.

“Bapa sudah 4 tahun merantau di Kalimantan, mama dan adik-adik saya juga diminta ke sana waktu bapa baru setahun di sana, saya di sini tinggal sendiri karena waktu mereka ke sana, saya ingin melanjutkan sekolah,” kisah Rian kepada Vox NTT, Minggu (30/11).

Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Menegah Pertama, dia pun memilih SMK Negeri Labuan Bajo sebagai tempat menimbah ilmu.

Di  sekolah yang telah mencetak ribuan pramu wisata ini, Rian bersosialisasi dengan temannya dan mendapat banyak pengetahuan seputar bahasa asing dan ilmu kepariwisataan.

Semasa di SMK, tidak ada halangan berarti bagi Rian selain perasaan rindu ditinggal keluarga yang menggangu hati kecilnya.

Sebelum menyelesaikan pendidikanya pertengahan 2016 lalu, dia perlahan bercerita dengan kedua orang tuanya tentang niat ingin melanjutkan studi di Perguruan tinggi.

Rindu hati memeluk gunung, keinginan Rian untuk menjadi mahasiswa tidak terpenuhi oleh kedua orang tuanya.

“Saya pernah minta di orang tua saya untuk kuliah, tapi orang tua saya tidak mampu saya pun mengikuti apa yang mereka sarankan,”tuturnya.

Meski niatnya tidak mampu dipenuhi oleh keluarga, Rian terus bersemangat untuk menyelesaikan pendidikan di SMK hingga pada suatu hari dia mendapat tawaran program untuk menjadi divemaster dengan biaya ditalangi penuh oleh Wicked Diving Labuan Bajo.

Program Wicked Good

Program ini kemudian memberi harapan sekaligus membuat semangatnya kembali menyala.

Dengan mengikuti syarat yang ditentukan penyelenggara, dia pun terpilih menjadi peserta yang lolos untuk menekuni profesi di bidang diving.

“Sebelum tamat, Wicked Diving menawarkan program pendidikan Divemaster gratis kepada kelas 3 di sekolah kami, puji Tuhan saya menjadi salah satu yang terpilih, saya sangat bangga karena bisa menjadi bagian program ini,” kisahnya.

Kesedihan karena tidak bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi sirna saat dia resmi menjadi peserta dari program ini.

Selama tiga bulan Rian dan teman-temannya menimbah ilmu seputar pengetahuan bawah laut, menjadi pemandu profesional serta hal-hal berkaitan dengan cara menyelamatkan wisatawan saat terjadi kecelakaan di laut.

Keluarga Adalah Inspirasi

Pendidikan dan pelatihan berjalan mulus, kini dia mendapatkan sertifikat khusus sebagai penyelam Profesional yang diterbitkan langsung oleh Scuba School Internasional.

Dengan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, Rian ini ingin menyongsong kehidupan baru di dunia pariwisata.

Informasi yang berhasil dihimpun Vox NTT di Labuan Bajo, upah seorang divemaster saat ini berada di kisaran 15 hingga 30 juta per bulan.

Dengan penghasilan yang terbilang besar untuk anak seusianya, Rian (19) menaruh mimpi besar untuk kedua orang tua dan keempat adiknya.

Tak segan-segan Rian mengaku ingin menjemput pulang keluarga besarnya untuk kembali ke kampung dengan penghasilan yang akan dia peroleh dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya ingin jemput semua keluarga saya untuk pulang ke kampung, saya yakin dengan penghasilan yang akan saya dapat, saya bisa membahagiakan mereka tanpa harus merantau  jauh dari saya,”ungkap Rian dengan nada penuh haru.

Kepada Vox NTT dia menyebut salah satu motivasi besar dalam hidupnya adalah keluarga. Pemuda kelahiran 1997 ini mengaku keluarga sebagai rahim tempat mimpi-mimpinya dipupuk, dijaga hingga akhirnya dapat diraih.

“Saya tak pernah menyesal lahir dari keluarga seperti. Justru kondisi keluarga saya yang penuh kesusahan memicu semangat untuk berjuang” katanya. (Elvis/VoN)

 

 

Manggarai Barat
Previous ArticleAir Asia Akan Buka Rute Kuala Lumpur & Jakarta ke Labuan Bajo
Next Article Misserior Jerman Kunjungi Wilayah Dampingan Wahana Tani Mandiri, Sikka  

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.