Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Misserior Jerman Kunjungi Wilayah Dampingan Wahana Tani Mandiri, Sikka  
Regional NTT

Misserior Jerman Kunjungi Wilayah Dampingan Wahana Tani Mandiri, Sikka  

By Redaksi2 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

Ada dampak positif yang dialami para petani dimana banyak memiliki tanaman umur panjang yang dulu diberi sekarang dipanen

Sikka, VoxNtt.com. Ulrich Donnberg (Perwakilan Misserior Indonesia) dan Inge Lampp (Pendamping Mitra Misserior Indonesia Timur) melakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Nua Heu Pega, Desa Bu Selatan, Kecamatan Tanawawo, Sikka.

Kunjungan ini bertepatan dengan penutupan pelaksaan program  “Peningkatan Kapasitas Petani dalam Adaptasi Perubahan Iklim lewat Pendekatan Usaha Tani Berbasis Konservasi”  yang merupakan kerja sama Wahana Tani Mandiri (WTM) dengan Misserior Jerman,

Kunjungan Misserior ini didampingi Carolus Winfridus Keupung (Direktur WTM), para staf lapangan maupun kantor serta para kader tani di Kecamatan Tanawawo, Sikka (31/11).

Siprianus Rehing (Kader Tani Desa Bu Selatan) pemandu  diskusi kepada Misserior  mengatakan bahwa pendampingan yang sudah berjalan dua tahun ini, semestinya menjadi pembelajaran bagi publik yang mana ada hal positif dan negatif.

Siprianus mengakui bahwa kehadiran WTM sangat membantu petani dalam pemberdayaan lewat bantuan berupa anakan pohon tanaman umur panjang, seperti kakao, cengkeh, kopi, vanili dan berbagai ternak seperti kambing, ayam dan sapi.

Foto: Misserior Jerman saat berdiskusi dengan kelompok dampingan WTM
Foto: Misserior Jerman saat berdiskusi dengan kelompok dampingan WTM

Sedangkan Carolus Winfridus Kepung (Direktur WTM) mengatakan kunjungan lapangan yang dilakukan hari ini adalah kali pertama terjadi.

Misserior, kata Winfridus ingin tahu secara detail tentang perkembangan lapangan setelah pelaksanaan program 2 tahun di daerah itu.

Selain itu, demikian Winfridus, Misserior juga ingin memantau langsung dan berbicara langsung dengan partisipan proyek tentang apa yang dialami sebelum dan setelah dua tahun projek ini berjalan.

Dalam diskusi yang dihadiri 5 kelompok tani (kelompok tani Nua Heu Pega, Muri Sama, Lando Lae, Kale tau Mbale, Dau Mbale) masyarakat dampingan WTM tidak sungkan menyampaikan pesan maupun kesan.

Warga dengan lugas menyampaikan realitas yang dialami warga baik secara positif dan negatif. Menariknya lagi, warga juga mengungkapkan tentang keswadayaan yang tumbuh kembang di tengah para petani.

Dominikus Lefi, warga petani dari kelompok Kale Tambale Ndoko kepada Misserior bercerita  mengenai keberhasilan WTM sejak berdirinya.

Ia menyatakan bahwa ada dampak positif yang dialami dirinya dan kelompoknya dimana banyak memiliki tanaman umur panjang yang dulu diberi sekarang dipanen.

Karena itu, demikian Lefi, apreseasi kami perlu sampaikan pada pendampingan WTM selama ini. (Hery Naif, Program Manager WTM/VoN)

Sikka
Previous ArticleMimpi Rian Pulangkan Keluarganya dari Tanah Rantau
Next Article Gelar Bupati Cup Tiap Tahun, Pengawas Pertandingan Nasional Apresiasi KONI Matim

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.