Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dula Beri Waktu 100 Hari, Direktur PDAM: Waktu 100 Hari Atasi Krisis Air Tidak Cukup
Regional NTT

Dula Beri Waktu 100 Hari, Direktur PDAM: Waktu 100 Hari Atasi Krisis Air Tidak Cukup

By Redaksi15 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-  Direktur PDAM Wae Mbeliling, Aurelius Hubertus Lendo usai dilantik menjadi Direktur PDAM Wae Mbeliling saat ditemui wartawan mengatakan waktu 100 hari kerja yang diberikan oleh Bupati Mabar sangat tidak cukup untuk menjawab persoalan air bersih di Labuan Bajo. Waktu 100 hari hanya bisa dilakukan untuk mengecek persoalan yang ada di lapangan.

Menurutnya, persoalan air di Labuan Bajo adalah persoalan air yang kompleks membutuhkan waktu yang lama untuk berbenah. Selain itu dibutuhkan dana yang banyak.

Waktu 100 hari yang diberikan oleh Bupati Mabar akan digunakan untuk dirinya bisa memikirkan konsep dan tahapan agar Labuan bajo keluar dari persoalan baru.

“100 hari kerja adalah waktu yang singkat, tetapi kita tetap berupaya agar dalam 100 hari kerja itu sudah ada yang dibuat oleh PDAM Wae Mbeliling. Kita ingin dalam 100 hari kerja usai pelantikan sudah ada konsep yang dilahirkan untuk kemudian diterapkan guna menjawab persoalan air bersih,’’ kata Endo, Senin (14/11) di Labuan Bajo.

Dia  juga mengajak masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya agar persoalan air tidak lagi menjadi persoalan utama di Labuan Bajo. Dengan adanya dukungan dari masyarakat, maka menambah sprit PDAM Wae Mbeliling untuk mecari jalan keluar terkait persoalan air bersih.

Selain dukungan dari masyarakat dia juga mengharapkan dukungan media agar  memberi masukan yang baik agar sama-sama memberikan kontribusi terbaik untuk permasalahan air bersih di Kota Labuan Bajo dan sekitarnya.

Untuk diketahui, pengrekrutan direktur PDAM Wae Mbeliling beberapa bulan lalu sempat dikrikit oleh sejumlah anggota DPRD Mabar.

Pasalnya, tim seleksi yang dibentuk tidak berkoordinasi dengan DPRD Mabar sehingga DPRD Mabar menilai tim seleksi bekerja secara tertutup dan terkesan formalitas.

Hadir dalam pelantikan direktur PDAM Wae Mbeliling, Ketua DPRD Mabar, Belasius Jeramun, Wakil Kapolres Kompol I Ketut Wiyasa, Kepala, Dan Pos AL,Lettu AL Rambe, pimpinan SKPD, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan sejumlah undangan lainnya. (Eyo/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleBupati Dula Lantik Direktur PDAM Mbeliling
Next Article Diduga Kelebihan Muatan, Truk Sinar Harapan Terjungkal di Golo Ngencung Cibal

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.