Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»KAPTI Agraria Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Reok Manggarai
Pojok Info

KAPTI Agraria Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Reok Manggarai

By Redaksi18 Agustus 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga Alumni KAPTI Agraria saat menyerahkan bantuan untuk warga terdampak gempa yang mengungsi di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 18 Agustus 2026.

Bantuan disalurkan tim lapangan KAPTI Agraria yang dipimpin Kepala KAPTI Agraria Kabupaten Manggarai, Eduward Meteo Yamasita Tuka. Pendistribusian dilakukan di sejumlah titik pengungsian, antara lain Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, dan Posko Pengungsian Golo Conggo, Desa Ruis.

Bantuan juga disalurkan ke posko pengungsian mandiri di Kelurahan Wangkung serta sejumlah titik pengungsian mandiri di sepanjang jalan Ruteng-Reo.

Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok, logistik darurat, air bersih, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi atau hygiene kit. Di Posko Barangkolong dan Golo Conggo, KAPTI Agraria menyerahkan beras, minyak goreng, makanan siap saji, dan air mineral untuk kebutuhan dapur umum.

Kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan bayi, turut menjadi sasaran bantuan. Mereka menerima susu, popok, minyak telon, dan kebutuhan lainnya.

Adapun posko pengungsian mandiri menerima bantuan berupa beras, mi, minyak goreng, roti, dan kebutuhan pokok lainnya.

Eduward mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian insan agraria terhadap warga Kecamatan Reok yang terdampak bencana.

Menurut dia, KAPTI Agraria bergerak secara kolektif dengan menghimpun kepedulian para alumni dari berbagai daerah di Indonesia untuk membantu meringankan beban warga terdampak gempa.

“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita di Reok tidak berjuang sendiri. KAPTI Agraria selalu ada dan terus bergerak secara kolektif dalam menunjukan kepedulian bagi warga yang terdampak,” tutur Eduward.

Eduward, yang juga menjabat Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai, mengatakan KAPTI Agraria, khususnya alumni Kantah Manggarai, akan terus memantau kondisi di lapangan. Mereka juga siap berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

KAPTI Agraria akan mengidentifikasi kebutuhan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan bayi. Langkah tersebut dilakukan agar warga yang belum menerima bantuan dapat segera memperoleh kebutuhan yang diperlukan.

“Yang diprioritaskan itu lansia, ibu hamil dan bayi, sehingga ke depan saat pasca bencana kami bisa komunikasikan itu ke puskesmas untuk pengadaan kebutuhannya,” ungkap Eduward.

Eduward juga meminta koordinator setiap posko mendata lansia, ibu hamil, dan bayi di wilayah masing-masing. Data tersebut diperlukan agar pendistribusian bantuan dapat dilakukan secara merata.

“Memang kebutuhan untuk lansia, ibu hamil dan bayi harus diprioritaskan karena bantuan sembako berupa beras sudah terlalu banyak dan menumpuk. Makanya tadi saya minta kordinator untuk mendata agar bantuannya bisa diproses secara merata,” ujar Eduward.

Penulis: Berto Davids

Gempa Bumi KAPTI Agraria Manggarai
Previous ArticleBenny K. Harman Kembali Salurkan Bantuan Saat Temui Korban Gempa Flores
Next Article Penanganan Gempa NTT Diperkuat, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

Related Posts

Kafegama dan JPIC OFM Salurkan 390 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sambi Rampas

7 September 2026

Pemuda Katolik dan Nakes RSKD Jiwa Naimata Bidik Wilayah Terisolir Dampak Gempa Flores

6 September 2026

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026
Terkini

Kafegama dan JPIC OFM Salurkan 390 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sambi Rampas

7 September 2026

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Pemuda Katolik dan Nakes RSKD Jiwa Naimata Bidik Wilayah Terisolir Dampak Gempa Flores

6 September 2026

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.