Ruteng, VoxNTT.com – Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 18 Agustus 2026.
Bantuan disalurkan tim lapangan KAPTI Agraria yang dipimpin Kepala KAPTI Agraria Kabupaten Manggarai, Eduward Meteo Yamasita Tuka. Pendistribusian dilakukan di sejumlah titik pengungsian, antara lain Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, dan Posko Pengungsian Golo Conggo, Desa Ruis.
Bantuan juga disalurkan ke posko pengungsian mandiri di Kelurahan Wangkung serta sejumlah titik pengungsian mandiri di sepanjang jalan Ruteng-Reo.
Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok, logistik darurat, air bersih, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi atau hygiene kit. Di Posko Barangkolong dan Golo Conggo, KAPTI Agraria menyerahkan beras, minyak goreng, makanan siap saji, dan air mineral untuk kebutuhan dapur umum.
Kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan bayi, turut menjadi sasaran bantuan. Mereka menerima susu, popok, minyak telon, dan kebutuhan lainnya.
Adapun posko pengungsian mandiri menerima bantuan berupa beras, mi, minyak goreng, roti, dan kebutuhan pokok lainnya.
Eduward mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian insan agraria terhadap warga Kecamatan Reok yang terdampak bencana.
Menurut dia, KAPTI Agraria bergerak secara kolektif dengan menghimpun kepedulian para alumni dari berbagai daerah di Indonesia untuk membantu meringankan beban warga terdampak gempa.
“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita di Reok tidak berjuang sendiri. KAPTI Agraria selalu ada dan terus bergerak secara kolektif dalam menunjukan kepedulian bagi warga yang terdampak,” tutur Eduward.
Eduward, yang juga menjabat Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai, mengatakan KAPTI Agraria, khususnya alumni Kantah Manggarai, akan terus memantau kondisi di lapangan. Mereka juga siap berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
KAPTI Agraria akan mengidentifikasi kebutuhan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan bayi. Langkah tersebut dilakukan agar warga yang belum menerima bantuan dapat segera memperoleh kebutuhan yang diperlukan.
“Yang diprioritaskan itu lansia, ibu hamil dan bayi, sehingga ke depan saat pasca bencana kami bisa komunikasikan itu ke puskesmas untuk pengadaan kebutuhannya,” ungkap Eduward.
Eduward juga meminta koordinator setiap posko mendata lansia, ibu hamil, dan bayi di wilayah masing-masing. Data tersebut diperlukan agar pendistribusian bantuan dapat dilakukan secara merata.
“Memang kebutuhan untuk lansia, ibu hamil dan bayi harus diprioritaskan karena bantuan sembako berupa beras sudah terlalu banyak dan menumpuk. Makanya tadi saya minta kordinator untuk mendata agar bantuannya bisa diproses secara merata,” ujar Eduward.
Penulis: Berto Davids

