Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dinilai Tidak Relevan Lagi, Menwa Kampus Politani Kupang Dibekukan Sementara
Regional NTT

Dinilai Tidak Relevan Lagi, Menwa Kampus Politani Kupang Dibekukan Sementara

By Redaksi23 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Mahasiswa yang terhimpun dalam aliansi mahasiswa peduli pendidikan politani (ALIANSI MP3) melakukan aksi protes atas kebijakan kampus yang tidak pro terhadap kepentingan mahasiswa (23/11).

Salah satu point tuntutan mereka yakni membubarkan resimen mahasiswa (menwa) yang dinilai tidak relevan lagi di era demokrasi sekarang ini.

BACA: Mahasiswa Politeknik Pertanian Kupang Tuntut Bubarkan Menwa Kampus

Menanggapi tuntutan mahasiwa Blasius Gharu, mewakili pihak kampus mengungkapkan bahwa untuk sementara menwa dibekukan dan tidak melakukan aktivitas seperti biasa.

Selama ini dikatakan Gharu, keberadaan menwa dalam ruang lingkup kampus terprogram sebagai salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang diposisikan sebagai cadangan nasional. Sementara materi dalam pendidikannya adalah wawasan bela negara dan memupuk rasa nasionalisme.

Namun mahasiswa yang terlibat aksi itu menampik pernyataan itu. Menurutnya menwa selama ini malah dijadikan sebagai alat kekuasaan kampus dan tidak mencerminkan semangat demokrasi kampus.

Karena itu massa aksi kemudian sepakat untuk menyegel  kantor menwa Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Salah satu orator massa aksi Fransisco Lopes menyampaikan bahwa problem di kampus tersebut  tidak terlepas dari sistem pendidikan yang mengabdi pada kepentingan penguasa sehingga tidak heran kalau kondisi pendidikan hari ini sangat memprihatinkan.

Tambahnya lagi bahwa konsekunsi logis dari pendidikan kapitalis adalah pendidikan yang lebih mengutamakan profit ketimbang memanusiakan manusia sehingga pada akhirnya kami semua akan dijadikan sebagai tenaga kerja upah murah atau calon buru-buru di kemudian hari. (Fano/VoN)

Foto Feature: Illustrasi

Kota Kupang
Previous ArticleMahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang Tuntut Bubarkan Menwa Kampus
Next Article Danau Kelimutu Kembali Berubah Warna Sebanyak Dua Kali

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.