Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kasus Waduk Lambo, Ketua AMAN Minta Pemerintah Nagekeo Hargai Hak Masyarakat
NTT NEWS

Kasus Waduk Lambo, Ketua AMAN Minta Pemerintah Nagekeo Hargai Hak Masyarakat

By Redaksi29 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) daratan Flores-Lembata, Lipus Kami, meminta Pemerintah Nagekeo agar menghargai hak-hak dasar rakyat sebagaimana yang diatur dalam perundang-undang.

Menurutnya, hak-hak tersebut tertuang dalam UUD pasal 2 dan 4 ayat 2 tentang kedaulatan hak rakyat.

Ketua AMAN Flores-Lembata menegaskan tanah dan sumber daya alam merupakan hak dan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pemerintah baik pusat maupun daerah perlu menghormati hak-hak dasar adat masyarakat.

“Ini sebenarnya berbenturan dengan perintah undang-undang. Bahwa, hak-hak dasar masyarakat perlu dihargai dan dihormati oleh semua orang termasuk pemerintah pusat dan daerah.” Katanya kepada VoxNtt.com di Ende, Selasa (29/11).

Ia menjelaskan pengusulan pembangunan waduk Lambo sejak tahun 2001 saat Nagekeo masih bergabung dengan Kabupaten Ngada. Penolakan terjadi sudah sejak wacana pembangunan waduk tersebut.

“Sebenarnya masyarakat bukan menolak kehadiran waduk di Nagekeo melainkan menolak lokasi pembangunan. Karena itu, pemerintah mestinya menghargai aspirasi tersebut.”Tegas Lipus.

Lipus menilai pembangunan waduk seluas 431,91 hektar di Rendu tersebut merupakan arogansi pemerintah daerah tanpa pertimbangan yang substansi. Menurutnya, pembangunan tersebut bersifat memaksa serta bertindak secara tidak manusiawi.

Beliau menambahkan intimidasi-intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian merupakan ancaman besar bagi kehidupan masyarakat adat.

“Masyarakat diperlakukan secara tidak manusiawi. Diintimidasi serta dipaksa untuk tidak masuk ke lokasi padahal lokasi itu adalah kebun masyarakat. Tempat upacara adat, tempat ibadah, kebun dan kuburan nenek moyang itu adalah sasaranya.”Jelas Lipus.

Sebab itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah agar menghargai hak-hak dasar masyarakat yang menjadi kebutuhan hidup. Ia juga meminta kepolisian untuk tidak melakukan intimidasi kehidupan masyarakat setempat.

Sementara itu, Bupati Nagekeo, Elias Djo, belum dapat dikonfirmasi setelah dihubungi secara terpisah. Hingga berita ini diturunkan, Bupati Elias tidak menerima telepon.***(Ian/VoN)

Foto Feature: Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Flores-Lembata, Lipus Kami saat ditemui VoxNtt.com di Ende, Selasa (29/11)

Ende
Previous Article(Breaking News) Kantor Polsek Amanuban Tengah Terbakar
Next Article Pemda Ende Launching Aplikasi Pendidikan e-SAPA

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.