Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»KPAI Desak Polri Usut Tuntas Motif Penikaman 8 Anak SD di Sabu Raijua
NASIONAL

KPAI Desak Polri Usut Tuntas Motif Penikaman 8 Anak SD di Sabu Raijua

By Redaksi13 Desember 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta,VoxNtt.com-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa kekerasan terhadap delapan murid kelas V dan kelas VI SD Negeri Sabu Barat, kabupaten Saburaijua, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Atas nama KPAI, kami prihatin dengan peristiwa tersebut. Kami mengutuk pelaku kekerasan terhadap anak-anak tak berdosa itu. Kami meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, mencari tahu maksud dan upaya yang dilakukan pelaku dan membongkar motifnya”, ujar Wakil Ketua KPAI, Susanto, kepada VoxNtt.com, di kantor KPAI, Selasa (13/12).

Lebih lanjut Susanto mengatakan mendukung aparat kepolisian mengusut tuntas siapa inisiator dan aktor dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa yang memperihatinkan itu.

“Memang, anak usia Sekolah Dasar rentan menjadi incaran para pelaku kekarasan dengan beragam motif. Maka, disarankan orang tua, juga pihak sekolah agar selalu waspada terhadap anak-anak”, ujarnya.

Menurut Susanto, jika pelaku bukan orang yang karena kesehatannya terganggu, maka dia optimis ada kelompok lain yang berada di belakang pelaku.

“Saya yakin, pelaku bukan operator utama, tapi ada inisiator utama. Jika demikian, maka sangat disayangkan anak-anak SD lagi-lagi menjadi korban kekerasan. Ini segera dituntaskan”, sambungnya dengan tegas.

Diberitakan sebelumnya pembunuhan brutal ini dilakukan oleh orang tak dikenal, pada Selasa, (13/12) pagi.

Sebanyak 8 murid kelas V dan kelas VI SD Negeri Sabu Barat, menjadi korban penikaman pria tidak dikenal, di sekolahnya, Selasa (13/12/2016) pagi.

Akibat penikaman membabi buta itu, ribuan massa keluar dari rumah mencari tersangka pelaku. Aparat Polsek Sabu Barat di Seba sedang berusaha menenangkan massa yang mulai bergerak ke pelabuhan ferry, mencari pelaku.

Media lokal Pos Kupang (PK) melapor sampai pukul 12.15 witeng, jumlah korban penikaman oleh pria tidak di kenal di SD Negeri Sabu Barat berjumlah 7 murid. Dan untuk sementara belum ada korban tewas.

“Jumlah korban luka 7 murid, bukan delapan orang murid. Dan sampai sekarang belum ada korban yang meninggal dunia,” tandas Kompol Mata, Kapolsek Sabu, seperti dilansir PK.

Para korban, lanjutnya, umumnya menderita luka-luka di leher, dada dan tangan akibat ditikam dan disayat pakai benda tajam.

Ia menjelaskan masih sibuk menenangkan massa yang kini mengepung Markas Polsek Sabu di Seba.

Ia merincikan nama-nama korban penikaman dan sayatan benda tajam. Juniarto Ananda Apri Dimu (11), luka robek pada pipi dan lengan kanan dalam serta luka robek di telinga bagian kanan; Naomi Oktoviani Pawali (10), luka pada leher dan bibir depan; Maria Katarina Yeni (8) luka pada leher dan luka robek pada jari telunjuk dan jari tengah; Gladis Riwu Rohi (11) luka robek di leher dan jari.

Berikutnya, Dian Suryani Koreh (11) luka robek di leher; Alberto Tamelan (10) luka robek di leher dan Adi Miha Djami (11) luka robek di leher. (Ervan Tou/VoN)

Foto Feature: Wakil Ketua KPAI, Susanto, kepada VoxNtt.com, di kantor KPAI, Selasa (13/12).

Catatan redaksi: Terkait judul berita  ini  yang pertama kami mohon maaf karena ada perubahan redaksional. Kami mengganti kata pembunuhan dengan penikaman karena saat kejadian berlangsung belum ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sabu Raijua
Previous ArticleMenikmati Sensasi Panorama Gua Cingcoleng di Manggarai Timur
Next Article Ketua GMIT NTT: Mohon jemaat tidak terprovoksi

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.