Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ketua GMIT NTT: Mohon jemaat tidak terprovoksi
NTT NEWS

Ketua GMIT NTT: Mohon jemaat tidak terprovoksi

By Redaksi13 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Merry Kolimon mengecam pelaku penikaman terhadap delapan murid kelas V dan kelas VI SD Negeri Sabu Barat, kabupaten Sabu Raijua, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami mengecam dengan keras penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada jam belajar di Seba Pulau Sabu, NTT. Kekerasan terhadap anak adalah kekerasan terhadap kemanusiaan.” tegas Ptd. Merry (13/12)

Ia juga minta pemerintah dan pihak keamanan bekerja dengan sungguh-sungguh mengungkap pelaku, tindakan penyerangan, dan motifnya.

“Kami juga mohon jemaat  tidak terprovokasi” kata Pdt. Merry.

BACA: KPAI Desak Polri Usut Tuntas Motif Penikaman 8 Anak SD di Sabu Raijua

Sebagai pemimpin umat ia menghimbau agar umat lintas agama di Sabu saling menjaga untuk memelihara kerukunan dan bersama-sama bersuara menuntut keadilan bagi anak-anak korban  penikaman.

“Mari kita jaga  Pulau Sabu dan NTT sebagai rumah bersama. Kita tolak tegas semua tindakan memprovokasi dengan cara tidak membiarkan diri terprovokasi. Kami himbau tokoh-tokoh agama saling berkoordinasi untuk memastikan kita merawat toleransi dan kerukunan” tulis Merry saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Terkait informasi yang sekarang menjadi viral di berbagai media Pdt. Merry meminta masyarakat untuk menunggu informasi yang benar dari pihak kepolisian.

“Mari sama sama kita menunggu informasi yang benar dari pihak berwenang. Mohon jangan menyebarkan informasi yang hanya akan memperkeruh keadaan. Kita berharap anak anak korban mendapat perawatan yang cepat dan dipulihkan” tegasnya.

Untuk pihak keamanan, ia meminta agar segera mengambil langkah cepat untuk mengungkap pelaku dan motifnya agar  meredam situasi. (Andre/VoN)

Foto Feature: Pendeta Merry Kolimon (Foto: Ist)

Kota Kupang Sabu Raijua
Previous ArticleKPAI Desak Polri Usut Tuntas Motif Penikaman 8 Anak SD di Sabu Raijua
Next Article Blue Ocean Eco Cottage Hotel; Hunian Alamiah di Bibir Pantai Wairhubing

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.