Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Flobamora Bali Desak Polda NTT Usut Tuntas “Selasa Berdarah” di Sabu Raijua
NTT NEWS

Flobamora Bali Desak Polda NTT Usut Tuntas “Selasa Berdarah” di Sabu Raijua

By Redaksi15 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Denpasar,VoxNtt.com- Warga asal NTT di Bali yang tergabung dalam komunitas masyarakat Flobamora Bali mendesak Polda NTT agar mengusut tuntas kasus penikaman yang menimpa anak-anak SD di Sabu Raijua, Selasa (13/12).

Hal tersebut disampaikan ketua umum Flobamora Bali Yusdi Diaz, ketika ditemui media ini di kediamanya di Denpasar, Rabu (14/12) malam.

Pria yang akrab disapa Yusdi ini mengatakan bahwa warga asal NTT yang menetap di Bali ikut perihatin dengan kejadian penusukan yang menimpa anak-anak SD di kabupaten Sabu Raijua.

“Karena itu kami meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polda NTT agar mengusut tuntas kasus ini, selidiki apa motifnya, mengapa hal ini terjadi semuanya harus dibuka secara transparan sehingga tidak sampai mengusik rasa kebhinekaan kita” desak Yusdi.

Lebih jauh Yusdi menyayangkan pelaku yang tewas dihakimi massa. Jika warga marah kepada pelaku menurut Yusdi, itu merupakan hal yang wajar namun sayangnya kepolisian kurang mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Sayangnya pelaku meninggal di hakimi masa, sehingga kita tidak bisa mengetahui motif pelaku” tutur Yusdi.

Sementara terkait adanya upaya untuk mengusik toleransi umat beragama di NTT, Yusdi menampik anggapan tersebut.

“Rasa toleransi antar umat beragama di NTT paling baik di Indonesia. Saudara-saudari kita yang berbeda agama baik itu muslim, kristen, maupun katolik di NTT dipersatukan dengan adat. Orang NTT paling terbuka mau menerima siapa saja” tandas Yusdi.

Hal senada juga disampaikan sekjen Flobamora Bali, Frederik Billy. Dalam pesan singkat yang diterima media ini, Kamis (15/12) pagi, ia mengungkapkan kekecewaanya atas tindakan masyarakat yang main hakim sendiri.

“Negara kita adalah Negara hukum, namun tindakan pelaku tersebut sangat tidak beradab terhadap tindakan masyarakat yang menghakimi pelaku sampai meninggal juga sangat disesalkan” tulis Billy.

Billly berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dan  jangan sampai masalah ini menjalar sampai ke isu SARA. (Kontributor: Tonny/Von)

Previous ArticleAsistensi APBD Manggarai Dijadwalkan Akhir Pekan Ini
Next Article Jelang Natal, Marsel Ahang Ucapkan Salam Damai Natal untuk Bupati Deno

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.