alterntif text

Manusia dianugerahi talenta sebagai bekal menjalani petualangannya di dunia. Oleh karenanya, setiap insan di dunia patut mengasah talenta yang dimiliki agar berguna bagi kehidupannya dan orang-orang di sekitar.

Denpasar, VoxNtt.com-Perayaan misa dalam menyongsong tahun baru 2017 di gereja Katedral Denpasar begitu meriah walaupun umat yang hadir tidak begitu banyak.

Suasana perayaan ekaristi menjadi begitu meriah berkat koor yang dibawakan Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Denpasar, Sabtu (31/12/2016)

Selain karena suara mereka yang merdu, perhatian umat juga tertuju pada sosok dirgen muda berbakat yang dengan lenggokkan tangannya berhasil menghipnotis perhatian umat yang hadir.

Dia adalah Alfred putra NTT asal Ende yang saat ini berdomisili di pulau Dewata.

Pemuda yang terlahir dengan nama lengkap Alfredin Bata Gago ini sudah sering memimpin paduan suara dalam perayaan ekaristi di gereja Katedral Denpasar.

Tidak hanya komunitas OMK saja yang menjadikan pria kelahiran 17 November 1995 ini mahir memimpin koor, tetapi juga lingkungan tempat tinggalnya di Kelompok Basis St. Arnoldus Yansen sering memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi pemimpin paduan suara.

Anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan suami istri Fransiskus Xaverius Gago dan Fransiska Lele ini mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak memiliki bakat sedikitpun menjadi seorang dirgen.

Ia mengaku awalnya hanya memiliki modal nekat saja menjadi dirigen. Apalagi ia sering memimpin para anggota koor yang usianya berada jauh di atas usia Alfred.

“Dibutuhkan mental yang kuat dan keberanian yang tinggi dalam mengeksekusi lagu demi lagu” tandasnya.

Alfred bersama pastor paroki Denpasar

Berkat latihan dan sering tampil membawakan koor akhirnya kemampuan dirgen dalam dirinya semakin terasa hingga akhirnya terbiasa.
Alfred menyadari bahwa keahliannya dalam memimpin sebuah paduan suara merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang harus terus dijaga dan diasah.
Meskipun ia sering dibully karena posisi dirigen dianggap sebagai pekerjaan kaum hawa, tetapi Alfred tetap tekun mengasah kemampuannya menjadi seorang dirigen.

Memang sempat terbersit dalam dirinya agar kelak bisa menjadi dirgen dan komponis terkenal.

Namun untuk saat ini ia mau mengabdikan kemampuannya untuk memuliakan Tuhan.

“Menjadi dirgen itu bagian dari mewartakan Firman Tuhan” katanya.

Sebagai orang NTT yang berkiprah di Bali, Alfred ingin menunjukan bahwa potensi putra putri NTT di daerah luar tidak boleh diragukan. Salah satunya dengan menjadi dirigen di gereja.

Pasca perayaan misa malam tahun baru kemarin, banyak umat yang memuji penampilan Alfred bahkan pastor paroki Katedral Denpasar menyempatkan diri berfoto bersama sang dirigen muda berbakat ini.

“Seperti inilah contoh anak muda yang diharapkan oleh masyarakat, yang bisa menuangkan bakat dan kreatifitasnya dalam hal-hal yang positif” kata pastor paroki Denpasar.

Semoga di tahun yang baru ini akan lagi lahir Alfred-Alfred baru dari NTT yang dapat membawa nama baik NTT di Bali dan Indonesia umumnya. (Addy Faran/VoN)

Alfred saat memimpin koor akhir tahun di Gereja Katedral Denpasar