Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gubernur Frans Komentari “Palu Arit” dalam Lembaran Rupiah Baru
Regional NTT

Gubernur Frans Komentari “Palu Arit” dalam Lembaran Rupiah Baru

By Redaksi3 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Selama ini beredar isu di tengah masyarakat bahwa dalam lembaran mata uang rupiah yang baru  ada gambar palu arit.

Hal ini kemudian menimbulkan banyak opini pro kontra yang terjadi bahkan meresahkan masyarakat khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk diketahui palu arit merupakan lambang  Partai Komunisme Indonesia (PKI) yang sampai saat ini masih dilarang di Indonesia.

Menanggapi isu ini  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyampaikan  bahwa informasi itu tidak benar.

Menurut Lebu Raya, sesungguhnya yang ada di lembaran rupiah itu tulisan BI alias Bank Indonesia.

“Itu bukan palu arit sebagaimana yang diisukan selama ini, itu adalah tulisan BI”, tegas Lebu Raya di hadapan ribuan warga Kota Kupang yang saat itu  merayakan tutup tahun pada sabtu (31/12/2016) malam di halaman rumah jabatan (Rujab) Gubernur NTT di Jalan Eltari Kupang.

Dalam momentum yang sama juga Gubernur Frans mengatakan bahwa ada suatu keistiwemaan yang harus dibanggakan oleh orang NTT saat ini.

Pasalnya salah seorang pahlawan asal NTT kini diabadikan gambarnya dalam mata uang baru Indonesia, yakni dalam pecahan 100 rupiah.

“Saat ini, kita mesti bangga karena salah seroang pahlawan, putra kebanggaan NTT, Herman Yohanes telah diabadikan nama dan gambarnya dalam mata uang baru yakni pecahan 100 rupiah”, ujarnya. (BJ/VoN)

Foto Feature: Gubernur Leburaya bersama Pimpinan DPRD NTT saat acara akhir tahun di depan rujab Gubernur

Kota Kupang
Previous ArticleAdili Rizieq Shihab, PP PMKRI Beri Kuasa kepada 149 Advokat
Next Article Kejar Pencuri Babi, Lukas Malah Ditebas Pelaku

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.