Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Demi Pendidikan, Anak SD di Manggarai Rela Melawan Maut
Feature

Demi Pendidikan, Anak SD di Manggarai Rela Melawan Maut

By Redaksi14 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seorang warga sedang melewati jembatan bambu kali Wae Lawar saat musim hujan kali lalu (Foto: Fidelis Randut)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Ilmu memang mahal. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik memang butuh perjuangan meski nyawa menjadi taruhannya.

Melawan maut demi mendapatkan pendidikan, saban hari sudah menjadi sajian empuk sejumlah anak sekolah SDN Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai-Flores.

Betapa tidak, sebagian anak dari sekolah ini terpaksa harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 3 kilometer.

Mereka berjalan menyusuri hutan dan perkebunan warga untuk sekedar duduk mendengar pelajaran di sekolah. Itu terutama bagi anak-anak sekolah asal Kampung Ara.

Bukan saja karena jauh penderitaan mereka, namun tak kala sadis menanti ialah melewati kali Wae Lawar.  Nasib mereka setiap pergi dan pulang sekolah bertaruh di atas arus air kali Wae Lawar yang  cukup besar itu.

“Walau jalannya sudah beraspal, namun di kali ini belum ada jembatan permanen. Anak-anak sekolah dari Kampung Ara bertaruh nyawa di kali Wae Lawar,” ujar Fidelis Randut, Warga Desa Liang Bua, sebuah desa tetangga Golo Langkok, Senin (13/2/2017) malam.

Parahnya lagi ketika musim hujan, anak-anak SD dari Kampung Ara terpaksa harus merayap di atas jembatan bambu yang dibuat warga.

Jembatan ini sengaja dibangun untuk bisa mengakses melewati banjir saat musim hujan dari Kampung Ara ke Topak.

Nasib mereka setiap musim hujan sangat bergantung dengan keramahan jembatan bambu yang berjarak 10 meter itu.

Kekuatan jembatan yang hanya beralaskan dua potong batang bambu selebar setengah meter itu memang cukup menantang dan menyeramkan bagi para siswa.

Apalagi tumpuhan di bagian ujungnya hanya diikat dengan tali alam yang sudah lapuk. Bagian ujung bambu alas jembatan hanya ditaruh begitu saja di atas tanah.

Di bagian samping jembatan bambu itu hanya terdapat dua buah kayu yang berfungsi sebagai pegangan. Sekitar jembatan medan cukup terjal dengan dihiasi hutan nan hijau dan perkebun warga.

“SDN Topak itu sebenarnya sengaja dibangun untuk anak-anak warga Kampung Topak saja. Namun puluhan anak dari kampung Ara juga bersekolah di tempat ini. Di jembatan bamboo cukup menantang memang, apalagi kalau hujan dia sangat licin dan mebahyakan keselamatan,” aku Fidelis.

Di atas jembatan, kata dia, para siswa harus menjaga keseimbangan saat menapaki bambu. Tak hati-hati, para siswa ini bisa jatuh ke arus sungai Wae Lawar.

Dikatakan, kesadaran bahwa pendidikan begitu penting selalu menjadi penyemangat dalam aktivitas mereka setiap hari. Sebab, tak ada jalan lagi menuju ke sekolah, selain melewati Wae Lawar.

Dengan kondisi ini, Fidelis pun berharap kepada pemerintah kabupaten Manggarai segera membangun jembatan Wae Lawar tersebut. (Ardy Abba/VoN).

Manggarai
Previous ArticleTKI Asal Ngada dan Matim Ditahan Polres Ngada
Next Article Meski Masih Sengketa, Warga di Lamba Leda Tetap Menggarap Lahan

Related Posts

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.