Kepala Dinas Keuangan dan Pengelolan Aset Daerah Kabupaten Ende, H. Abdul Syukur. (Foto: Ian/VoN)
alterntif text

Ende, Voxntt.com-Pengelolaan proyek selingkup SKPD di Kabupaten Ende pada tahun anggaran 2016 menuai berbagai masalah.

Walaupun secara fisik pekerjaan proyek sudah dinyatakan seratus persen, namun, hingga saat ini dana proyek belum dicair.

Kepala Dinas Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah, H. Abdul Syukur, kepada wartawan, Jumat (17/2/2017) di ruang kerjanya menuturkan, terlambatnya pencairan dana proyek disebabkan keterlambatan kelengkapan administrasi dari berbagai SKPD.

Abdul menjelaskan, ada dua hal penting dalam kelengkapan administrasi yakni kelengkapan dokumen anggaran dan kelengkapan pencairan dari SKPD.

“Kalau kelengkapan sudah lengkap maka anggaran akan dicair. Nah, dari ratusan paket tersebut karena belum diserahkan kelengkapan ke kami. Sampai saat ini dokumen anggaran sudah selesai. Yang belum adalah dokumen pencairan,” ungkap Abdul.

Beliau mengatakan, proses pencairan akan dilakukan apabila pihak SKPD selingkup Kabupaten Ende menyerahkan perlengkapan administrasi. Keterlambatan tersebut, jelas Abdul, terjadi pada beberapa SKPD, Kecamatan dan Kelurahan.

Keterlambatan perlengkapan administrasi pada 15 SKPD yakni 11 dari Dinas dan Badan, 2 dari Kecamatan dan 2 dari Kelurahan.

“Dinas keuangan tidak memperlambat pencairan. Nah, kami tergantung dari beberapa dinas,” katanya.

Kadis Abdul membeberkan jumlah paket proyek tahun anggaran 2016. Total sebanyak 615 paket proyek. 219 paket sudah memenuhi persyaratan dan sudah dicairkan.

“Yang sisa itu belum ada kelengkapan. Kami masih menunggu untuk dilengkapi,” ucap Abdul.

Untuk diketahui, ratusan paket proyek sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pada Desember 2016. Sementara anggaran yang sudah dikucurkan menggunakan dana silpa sebesar 71 miliar lebih.(Ian/VoN)

alterntif text