Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Perpustakaan Daerah Ngada Sepi Pengunjung
MAHASISWA

Perpustakaan Daerah Ngada Sepi Pengunjung

By Redaksi20 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Florida Naru_voxntt.com
Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Ngada, Florida Naru
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, VoxNtt.com- Saat ini Perpustakaan daerah milik pemerintah Kabupaten Ngada sepi pengunjung.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Ngada, Florida Naru Kepada VoxNtt.com, di ruang kerjanya, Senin (20/2/2017).

Florida mengatakan, minat baca masyarakat, para pelajar, dan mahasiswa di Kabupaten Ngada sangat minim. Hal itu disebabkan karena ketersedian referensi buku masih sangat kurang.

“Anak-anak jarang datang. kalau datang itu hanya anak-anak SD saja. Kalau SMP-Mahasiswa sama sekali tidak datang. Karena buku referensi yang tersedia sekarang hanya 10.700 buah buku. Dan judul buku sebagian besar tidak sesuai dengan mata pelajarannya, terutama mahasiswa,” katanya.

Selain minimnya referensi buku minim, tambah Florida, sebagian buku juga tampak sudah kusam dan robek.

“Kalau pengadaan terakhir pada tahun 2013. Sejak itu sampai saat ini belum ada pengadaan,” jelasnya.

Hans salah seorang Mahasiswa ditemui VoxNtt.com, mengatakan keberadaan perputakaan kabupaten Ngada masih jauh dari kata memuaskan.

“Saya lihat pengelolaanya tidak maksimal karena terkesan perpustakaan tidak lengkap referensi bukunya. Dari tahun ke tahun sepertinya tidak ada penambahan referensi buku. Padahal di Bajawa sendiri banyak sekolah dan dua kampus, tentunya siswa maupun mahasiswa sangat membutuhkan referensi buku,” katanya. (Arton/VoN)

Ngada
Previous ArticleMinta Nama Pengganti Edi Endi dan Agus Galut, Pimpinan DPRD Mabar Kirim Surat ke KPUD
Next Article Soal Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur, Kapolres Ngada: Tidak ada kata damai bagi pelaku

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.