Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Berkas Tiga Kasus Pencabulan Segera Dikirim ke Kejari Ngada
Regional NTT

Berkas Tiga Kasus Pencabulan Segera Dikirim ke Kejari Ngada

By Redaksi21 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ridwan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, VoxNtt.com- Berkas dari tiga kasus pencabulan segera dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada oleh penyidik perlindungan dan anak (PPA) Polres daerah itu.

Dari tigas kasus itu, dua diantaranya yaitu terkait pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Bajawa, dan Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Sedangkan satu diantaranya yakni berkas kasus pencabulan dari Polsek Aesesa, Kabupaten Nagekeo telah di kirim ke Kejari Ngada.

Akan ditambah lagi nanti satu berkas kasus pencabulan di Kecamatan Jerebu’u baru-baru ini. Kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan pihak PPA Polres Ngada.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ridwan mengatakan pemberkasan masih berlanjut. Pekan ini akan langsung dikirim untuk tahap satu.

“Tiga berkas dengan masing-masing kejadian kasus pencabulan yakni, dua dari kecamatan Bajawa, dan Kecamatan Golewa, pemberkasan sudah selesai. Nanti tahap satu akan segera di kirim,” jelas Ridwan kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (21/2/2017).

Baca: Soal Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur, Kapolres Ngada: Tidak ada kata damai bagi pelaku

Ketika ditanya alasan keterlambatan proses penyidikan, dia menegaskan dalam penyidikan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur perlu ekstra hati-hati.

Ridwan mengaku, pemberkasan kasus tersebut sudah selesai. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperiksa kembali.

Tentunya, kata dia, penyidik tidak mau nantinya pihak Kejaksaan mengembalikan berkas dengan banyak perubahan lantaran tidak lengkap.

“Kita ingin cepat selesai, dan juga kita tidak mau lama-lama proses terkait kasus pencabulan anak bawah umur. Karena itu merupakan komitmen kita,” katanya. (Arton/VoN)

Nagekeo Ngada
Previous ArticleGelar Pilkades Serentak, Pemkab Matim Gelontorkan Rp 1,3 Miliar
Next Article Agus Galut di-PAW Karena Tidak Menyetor Kewajiban

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.