Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ruas Jalan Hutan Bangga Rangga- Watu Ngong Terancam Putus
Regional NTT

Ruas Jalan Hutan Bangga Rangga- Watu Ngong Terancam Putus

By Redaksi21 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Ruas jalur Hutan Bangga Rangga-Watu Nggong, Kecamatan Poco Ranaka Timur nyaris putus.

Pantauan VoxNtt.com, Selasa (21/02/2017) titik jalan yang terancam putus di hutan Bangga Rangga tepat sebelum pertigaan menuju Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lamba Leda.

Kondisinya hanya pas untuk ban kendaraan lantaran longsor hebat terjadi di sisi jalan.

Selain itu, longsor paling parah terjadi sebelah Kampung Tangkul, Desa Rende Nao. Bagian tepi jalan hanya pas untuk satu ban kendaraan roda empat.

Padahal di titik ini jalan baru diperbaiki pada tahun 2016 lalu dan kini tanah kembali turun ke jurang. Deker dan aspal ikut jebol.

Para pengendara saat melintas harus hati-hati  dan menunggu kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan karena sempit.

Herman Jadur, warga Tangkul, Desa Rende Nao kepada media ini meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan yang nyaris putus itu.

Longsor sisi jalan tersebut segera diperbaiki agar pengendara bisa melintas dengan aman.

“Pas dalam kecepatan tinggi, pengendara sepada motor nyaris jatuh,” ujar Herman.

Menurut Herman deker yang jebol disebabkan karena tanah di bagian tepi yang labil dan bagian dasarnya terdapat mata air kecil dan jika hujan lebat menjadi besar.

Pada musim hujan yang turun secara terus menerus dua pekan lalu menjadi penyebab jebol dan tanah terbelah.

Kondisi jalan akan putus total jika ke depan masih terus hujan. Kondisi ini sangat menganggu pengendara dari Kecamatan Poco Ranaka Timur, Sambi Rampas, Elar dan Elar Selatan jika hendak ke Ruteng.

Menurut Herman poros Watu Nggong-Bangga Rangga merupakan satu-satunya jalan dari empat kecamatan tersebut menuju Ruteng. (Taris Nansi/ Kontributor Matim)

Manggarai Timur
Previous ArticleCegah Pungli, Kantor PMPTSP Matim Dipasang Kaca Transparan
Next Article Dua Kecamatan di Mabar Segera Dimekarkan

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.