Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sosialisasi 4 Pilar di Maumere, AHP Sebut Ahok Korban Diskriminasi
Regional NTT

Sosialisasi 4 Pilar di Maumere, AHP Sebut Ahok Korban Diskriminasi

By Redaksi23 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI dari PDIP, Andreas Hugo (berdiri di podium) Parera sedang menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan para siswa SMA Negeri 2 Maumere pada Rabu (22/2/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Parera (AHP) mengatakan calon petahana Pilkada Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah salah satu contoh korban diskriminasi.

Hal ini disampaikan AHP dalam kesempatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 2 Maumere pada Rabu (22/2/2017).

Menurut anggota Komis 3 DPR RI ini apa yang terjadi belakangan di Jakarta adalah contoh bahwa masih ada ancaman terhadap kebhinekaan.

Salah satu hal yang menurutnya mengamcam 4 pilar yakni diskriminasi. “Pak Ahok mengalami diskriminasi,” ujarnya di hadapan 150 siswa SMA Negeri 2 Maumere.

Meskipun demikian, AHP tidak menjelaskan lebih lanjut terkait diskriminasi tersebut. Lebih jauh, Ketua DPP PDIP ini menyatakan ke-4 pilar yakni Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI perlu diperjuangkan.

Jika tidak maka ke-4 pilar kebangsaan tersebut hanya akan ada di atas kertas semata. Dirinya menilai banyak pihak belum siap menerima keberagaman Indonesia.

“Kita mengakui kita beragam namun kita juga harus siap menerimanya dengan sikap kita. Jika tidak rumah kebangsaan ini akan goyah,” tegasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut kepala sekolah dan staf pengajar SMA Negeri 2 Maumere. Selain itu hadir pula para pengurus DPC PDIP Sikka, anggota DPRD Sikka dan pengurus DPD NTT. (Are/VoN).

Sikka
Previous ArticleKPU DKI Putuskan Kampanye Pada Putaran Kedua
Next Article Soal Human Trafficking, Kapolri Tito Ucap Terima Kasih pada BKH

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.