Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sudah 71 Tahun, Jalan Bajawa-Mbazang Rusak Berat
NTT NEWS

Sudah 71 Tahun, Jalan Bajawa-Mbazang Rusak Berat

By Redaksi27 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan Bajawa- Mbazang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, VoxNtt.com-  Sudah 71 tahun lamanya, ruas jalan Bajawa-Mbazang di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada rusak berat.

Ruas ini merupakan jalan milik pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT). Jaraknya sekitar 40-an kilometer. Kondisi jalan yang sudah di-hotmix sekitar 20-an kilometer sedangkan selebihnya masih agregat.

Keluhan rusaknya jalan Bajawa-Mbazang disampaikan Leonardus Lewa, Hubertus Lodo, Amandus Armandus, Andreas Japi kepada wartawan belum lama ini. Keempat warga tersebut berasal dari Kecamatan Riung Barat.

Mereka menegaskan, usia Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Ngada sudah 50 tahun lebih. Dalam usia setengah abad itu, warga di lima desa yang dilalui jalan Bajawa-Mbazang belum menikmati jalan hotmix.

“Kami sangat merindukan jalan hotmix dan listrik selama 71 tahun. Sejak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Ngada terbentuk 50 tahun lalu, hingga saat ini kebutuhan dasar jalan hotmiks dan listrik belum dirasakan oleh ribuan warga di wilayah itu,” kata mereka.

Selain jalan, Kata Mereka warga juga belum menikmati listrik PLN.  Warga menggunakan genset pribadi untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Biaya bahan bakar minyak (BBM) lebih tinggi dibandingkan menggunakan listrik PLN. Dalam satu bulan, biaya BBM untuk genzet sekitar Rp 200.000,” kata Mereka. (Arton Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticlePencarian Dua Korban di Bendungan Wae Musur Libatkan Basarnas
Next Article Tahun 2017, Dua Mega Proyek Milik Kementerian PUPR Masuk ke Matim

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.